Transaksi Harbolnas Rp 9,1 T, Fashion dan Komestik Banyak Dibeli

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan RI - Agus Suparmanto bersama sama dengan Wakil ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Perdagangan - Bapak Benny Soetrisno, Ketua Umum idEA - Ignatius Untung, VP Credit Cards Group Bank Mandiri - Noorman Andrianto, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI - Suhanto dan Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi & Informatika - Semuel Abrijani Pangerapan saat Launching Harbolnas 2019

    Menteri Perdagangan RI - Agus Suparmanto bersama sama dengan Wakil ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Perdagangan - Bapak Benny Soetrisno, Ketua Umum idEA - Ignatius Untung, VP Credit Cards Group Bank Mandiri - Noorman Andrianto, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI - Suhanto dan Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi & Informatika - Semuel Abrijani Pangerapan saat Launching Harbolnas 2019

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Ignatius Untung, mengatakan transaksi selama Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2019 tercatat sekitar Rp 9,1 triliun. Jumlah itu didapat dari hasil survey Nielsen Indonesia selama periode diselenggarakannya Harbolnas, yaitu 11-12 Desember 2019.

    Ignatius mengatakan jumlah itu melebihi target sebelumnya sebesar Rp 8 triliun. "Ini meningkatkan adanya trust masyarakat pada belanja online," kata dia dalam keterangan tertulis yang Tempo terima, Kamis, 19 Desember 2019.

    Menurut Ignatius, berdasarkan hasil survey, penyebaran konsumen Harbolnas tahun ini mengalami peningkatan. Ia mengatakan hal tersebut sebagai indikator optimisme ekonomi digital yang dapat berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Dalam keterangan tertulis yang sama, Direktur Nielsen Indonesia, Rusdy Sumantri, mengatakan nilai transaksi pada Harbolnas 2019 meningkat signifikan. Tahun lalu, Nielsen mencatat transaksi sebesar Rp 6,8 triliun dalam gelaran yang sama.

    Penjualan produk lokal juga tercatat naik. Pada Harbolnas tahun ini, transaksi penjualan produk lokal tercatat sebesar Rp 4,6 triliun. "Naik sebesar Rp 1,5 triliun dibandingkan tahun lalu," tutur Rusdy.

    Pada tahun ini, produk fashion, pakaian olah raga, serta kosmetik masih menjadi yang paling banyak dibeli. Peningkatan rata-rata transaksi berbagai produk itu tercatat sebesar 6 persen dibanding tahun lalu.

    Selain pembelian produk, Rusdy menyebut pemanfaatan diskon dalam pembayaran tagihan melalui e-commerce juga meningkat sebesar 7 persen dibanding tahun lalu. Dalam rangka harbolnas, Rusdy juga mencatat peningkatan pertumbuhan penjual daring alias online seller sebesar 8 persen.

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.