Menjelang Natal, Airnav Denpasar Antisipasi Cuaca Buruk

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang pesawat melakukan proses pemeriksaan keimigrasian menggunakan perangkat `Autogate` di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa 3 September 2019. Tiga fasilitas terbaru yakni `X-ray Automated Tray Return System` yang memeriksa penumpang dan bagasi dengan menggunakan teknologi pemindaian tingkat tinggi, `boarding pass scanner` serta `autogate` paspor untuk layanan keimigrasian sebagai upaya peningkatan pelayanan bandara yang berkelanjutan. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Calon penumpang pesawat melakukan proses pemeriksaan keimigrasian menggunakan perangkat `Autogate` di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa 3 September 2019. Tiga fasilitas terbaru yakni `X-ray Automated Tray Return System` yang memeriksa penumpang dan bagasi dengan menggunakan teknologi pemindaian tingkat tinggi, `boarding pass scanner` serta `autogate` paspor untuk layanan keimigrasian sebagai upaya peningkatan pelayanan bandara yang berkelanjutan. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Denpasar - Airnav Indonesia cabang Denpasar telah mengantisipasi kemungkinan cuaca buruk dan bencana alam yang berpotensi mengganggu lalu lintas pesawat yang berangkat dan mendarat di Bandara Ngurah Rai Denpasar, menjelang libur Natal 2019.

    General Manager Airnav Indonesia cabang Denpasar, Kristanto, menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Airnav cabang Surabaya, Makassar, Lombok dan Jakarta untuk mengantisipasi segala kemungkinan bencana alam dan cuaca buruk.

    "Misalnya ketika gunung meletus dua tahun lalu, alternatif untuk 'airdrome control tower' sudah kami persiapkan. Jika terjadi sesuatu di Bali, pesawat bisa mendarat di Makassar, atau Jakarta dan sekitarnya," kata Kristanto di Kantor Airnav cabang Denpasar, Bali, Rabu, 18 Desember 2019.

    Menurut dia, musim penghujan juga bisa menjadi kendala bagi pesawat untuk landas dan terbang karena berpotensi terjadi banjir di runway pesawat. Airnav bersama Angkasa Pura pun telah melakukan perbaikan pada pembuangan air sekitar runway untuk mengantisipasi banjir.

    Selain kesiapan operasional, Airnav Denpasar telah memperkuat sumber daya manusia untuk menghadapi lonjakan penumpang dan kepadatan lalu lintas pesawat pada libur Natal dan Tahun Baru.

    "Untuk persiapan personil, kami dukung dengan SDM yang kompeten di bidangnya. Total karyawan ada 230 orang yang berada di Denpasar, antara lain terdiri dari 80 pegawai ATC, dan 35 orang teknisi," kata dia.

    Ia menambahkan bahwa dengan libur Natal dan Tahun Baru, pergerakan pesawat akan meningkat sekitar 10-15 persen, dari keadaan normal rata-rata 450-480 pergerakan per hari.

    Dengan jumlah pergerakan tersebut, Bandara Ngurah Rai Denpasar menjadi bandara terpadat kedua setelah Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Bandara Ngurah Rai sendiri melayani 35 maskapai internasonal dan 8 maskapai domestik.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.