Pembangunan Runway Bandara Jenderal Soedirman Baru 14 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019. Ganjar Pranowo, diperiksa kapasitasnya sebagai mantan anggota DPR RI bersaksi untuk tersangka anggota DPR RI Markus Nari. TEMPO/Imam Sukamto

    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019. Ganjar Pranowo, diperiksa kapasitasnya sebagai mantan anggota DPR RI bersaksi untuk tersangka anggota DPR RI Markus Nari. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Semarang - Hingga saat ini, progress pembangunan runway Bandara Jenderal Besar Soedirman Kabupaten Purbalingga baru mencapai 14 persen. Meski pembangunan dimulai bersamaan, progres pembangunan bandara Purbalingga ini kalah cepat dibanding Bandara Ngloram di Kabupaten Blora yang telah 90 persen.
     
    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, hal ini terjadi karena proses pembangunan Bandara Jenderal Soedirman lebih kompleks. "Kita ada urusan (pembebasan) tanahnya, Amdal, melanjutkan pengerjaan yang awalnya milik TNI AU yang runwaynya masih tanah," kata dia di Semarang, Rabu, 18 Desember 2019.
     
    Pada pembangunan tahap pertama akan digarap runway sepanjang 1,6 km dan dilanjutkan menjadi 2,5 km di tahap kedua. Pemprov Jateng telah mengucurkan anggaran Rp 50 miliar untuk membebaskan 69 lahan untk
     
    Dalam kurun waktu 3 sampai 4 bulan kedepan, pengerjaan runway akan dilanjutkan dengan pengaspalan. Ganjar berharap pada Lebaran 2020 nanti, Bandara Jenderal Soedirman sudah dapat digunakan untuk pendaratan pesawat. "Minimal untuk uji coba. Kalau 1,6 km ya paling pesawat ATR," ucapnya.
     
    Ganjar membeberkan, proses pengerjaan saat ini berkutat pada perbaikan tanah atau kolom grouth modular. Menurut dia, proses serupa juga dilakukan pada saat pembanguanan Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng Banten.
     
    "Ternyata tekniknya itu hanya ada di Bandara Soekarno-Hatta dan di sini. Itu teknologi luar biasa. kita sudah melihat perkembangannya mudah-mudahan bisa cepat selesai," tutur Ganjar Pranowo.
     
    JAMAL A. NASHR (SEMARANG)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.