Natal dan Tahun Baru, Konsumsi Solar di Jateng Over 12,4 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraannya saat memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 21 Desember 2018. Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik kendaraan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019 yang melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek berlangsung pada Sabtu 22 Desember. ANTARA

    Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraannya saat memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 21 Desember 2018. Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik kendaraan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019 yang melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek berlangsung pada Sabtu 22 Desember. ANTARA

    TEMPO.CO, Semarang - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, ternyata konsumsi bahan bakar minyak jenis solar di Jawa Tengah telah melebihi kuota. Diperkirakan hingga akhir tahun ini konsumsi Bio Solar atau Solar akan mencapai 12,4 persen lebih tinggi dari kuota yang sebesar 1.772.888 kiloliter. 
     
    Adapun total konsumsi Solar di Jateng selama 2019 ditaksir mencapai 1.993.297 kiloliter. "Akan terjadi over salur 12,4 persen dan itu akan dipenuhi," ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko, Rabu, 18 Desember 2019.
     
    Ia pun meminta masyarakat yang tak berhak menggunakan BBM bersubsidi agar beralih dari Solar. "Dari pada ditangkap karena kita sudah diperintahkan melakukan penertiban penggunaan BBM bersubsidi, khususnya Solar," kata Sujarwanto.
     
    Adapun konsumsi BBM jenis Premium hingga menjelang pergantian tahun ini masih sesuai kuota. Kuota Premium Jateng tahun 2019 adalah sebanyak 447.015 kiloliter dan diprediksi akan diserap 350.793 kiloliter. "Artinya kesadaran masyarakat beralih tidak menggunakan Premium kita apresiasi," Sujarwanto menjelaskan.
     
    Sementara BBM jenis Pertamax dan Pertalite dijamin cukup karena memang dijual untuk kebutuhan pasar. Begitu juga ketika terjadi puncak lalu lintas libur Natal dan Tahun baru akan disiagakan mobil tanki cadangan untuk menyuplai stasiun pengisian BBM.
     
    Menurut Sujarwanto, rata-rata stok Premium di Jateng saat ini mencapai 89.384 kiloliter, Pertamax 69.058 kiloliter, Turbo 92 kiloliter, Solar atau Bio Solar sebesar 66.826 kiloliter, Dexlite 3.555 kiloliter, dan Dex 831 kiloliter.
     
     
    Selama masa Natal dan Tahun Baru ini, Dinas ESDM Jateng akan mengoperasikan tujuh depot dan 868 SPBU yang beroperasi selama 24 jam. "Kami juga akan membuka 11 kios siaga di jalan tol untuk mengantisipasi adanya pengendara yang kehabisan BBM di tenga jalan," katanya. Guna memastikan pasokan gas LPG di Jateng, akan disiagakan 364 agen LPG PSO, 90 agen LPG NPSO, 4.755 pangkalan PSO, dan 490 outlet NPSO.
     
    JAMAL A. NASHR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.