Survei PDAT Tempo: Perempuan Pilih Shopee, Pria Pilih Tokopedia

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perkembangan pasar e-commerce turut mengubah gaya hidup masyarakat dalam melakukan sistem pembayaran.

    Perkembangan pasar e-commerce turut mengubah gaya hidup masyarakat dalam melakukan sistem pembayaran.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tokopedia dan Shopee menjadi e-commerce terpopuler berdasarkan survei yang dilakukan Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT). Survei dilakukan kepada 1.207 responden pengguna e-commerce di beberapa kota besar di Indonesia.

    “Terpopuler ini yaitu responden ingat nama e-commerce tanpa diberi nama,” kata Head of Research and Data Analysis PDAT Tempo, Ai Mulyani dalam acara Ngobrol Tempo di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 18 Desember 2019.

    Tingkat popularitas Tokopedia dan Shopee ini masing-masing mencapai 90 persen dan 80 persen dari total responden. Adapun peringkat ketiga hingga ketujuh ditempati Bukalapak, Lazada, Blibli, JD.ID, dan OLX.

    Meski demikian, terdapat satu perbedaan antara Tokopedia dan Shopee. Dari hasil survei PDAT Tempo, Shopee menempati urutan e-commerce terpopuler di kalangan perempuan. Lalu diikuti oleh Tokopedia dan Bukalapak.

    Hasil sebaliknya terjadi pada responden laki-laki. E-commerce yang paling terpopuler di kalangan laki-laki ternyata adalah Tokopedia. Lalu diikuti oleh Bukalapak dan Shopee di peringkat ketiga.

    Selain itu, Shopee juga menjadi e-commerce yang paling sering dikunjungi dan menjadi tempat membeli oleh perempuan. Sementara, Tokopedia paling sering dikunjungi dan menjadi tempat membeli barang oleh laki-laki.

    Mulyani mengatakan, perbedaan ini terjadi karena karakteristik masing-masing e-commerce yang khas. Shopee lebih unggul pada produk perempuan seperti kosmetik, hingga peralatan keluarga. Sementara, Tokopedia lebih unggul pada produk elektronik dan digital yang sering jadi pilihan laki-laki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.