Rupiah Menguat Tipis, Bertahan di Bawah Rp 14.000 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada tengah pekan masih bertahan di bawah level Rp14.000 per dolar AS. Di akhir perdagangan Rabu, 18 Desember 2019, rupiah menguat 9 poin atau 0,06 persen di level Rp13.988 per dolar AS.

    Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar masih merespons positif rilis data neraca perdagangan November 2019 yang mengalami defisit sebesar US$ 1,33 miliar. Angka defisit tersebut dinilai mengalami penurunan dibanding dengan tahun 2018 yang mencapai US$ 8,5 miliar. "Sementara pada 2019 ini, defisit dari Januari hingga November baru mencapai US$ 3 miliar," kata dia di Jakarta, Rabu.

    Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.000 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.988 per dolar AS hingga Rp14.007 per dolar AS.

    Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.007 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.018 per dolar AS.

    Menurut Ibrahim, kesepakatan perdagangan "fase satu" antara Washington dan Beijing yang diumumkan akhir pekan lalu dinilai juga berkontribusi pada penguatan rupiah ini. Seperti diketahui, Trump akan mengurangi tarif AS untuk barang-barang China sebagai imbalan atas peningkatan pembelian barang-barang AS oleh Cina. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.