Jalan Tol Trans Jawa Jadi Incaran Investor Asing

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kendaraan arus balik di Jalur Pantura, Kendal, Jawa Tengah, Senin, 10 Juni 2019. Pada H+5 Lebaran 2019, arus balik terpantau masih ramai di jalur Pantura yang bersimpangan dengan sejumlah exit tol menuju jalur pantura Jateng, sebagai imbas sudah diberlakukannya dua arah di tol Trans Jawa. ANTARA/Harviyan Perdana Putra

    Foto udara kendaraan arus balik di Jalur Pantura, Kendal, Jawa Tengah, Senin, 10 Juni 2019. Pada H+5 Lebaran 2019, arus balik terpantau masih ramai di jalur Pantura yang bersimpangan dengan sejumlah exit tol menuju jalur pantura Jateng, sebagai imbas sudah diberlakukannya dua arah di tol Trans Jawa. ANTARA/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Ruas jalan tol di Pulau Jawa yang masuk dalam jaringan Trans Jawa telah menjadi magnet yang diincar investor asing. Yang terbaru,  investor asing asal Hong Kong telah mengucurkan investasinya di dua ruas jalan tol, yakni Tol Solo-Ngawi dan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri. 

    Investor Hong Kong itu adalah Kings Key Limited (KKL), anak perusahaan Road King Expressway International Holdings Limited. CEO Road King Expressway International Holdings Limited Willy Chow mengatakan, dua ruas tol tersebut dipilih sebagai tujuan investasi perdana di Indonesia karena termasuk dalam jaringan tol Trans Jawa.

    "Di Indonesia, paling potensial untuk berinvestasi adalah di Pulau Jawa dan untuk jalan tol di Trans Jawa. Kami melihat Cina yang sudah banyak berinvestasi di bidang ini [infrastruktur] dan kami berharap juga bisa ikut mendukung pengembangan sosial dan ekonomi melalui infrastruktur yang baik," ujarnya, Rabu 18 Desember 2019. 

    Chow mengungkapkan, pihaknya sudah lama mengincar tiga ruas tol di Trans Jawa. Namun, saat ini yang terealisasi baru dua ruas tol tersebut. Sayangnya, dia enggan menyebutkan satu ruas tol lain yang juga tengah diincarnya.

    "Tahun depan kami berencana menanamkan satu atau dua investasi lagi di Asia Tenggara. Namun, secara pribadi saya lebih tertarik [untuk berinvestasi] di Indonesia pada tahun depan," imbuh Chow.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.