Diungkap Sri Mulyani, Siapa Pemilik Mobil Mewah Selundupan Itu?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menjaga sejumlah mobil mewah yang diamankan di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 16 Desember 2019. Polda Jawa Timur mengamankan 14 mobil mewah berbagai merk di wilayah Malang dan Surabaya yang diduga tidak memiliki dokumen. ANTARA

    Polisi menjaga sejumlah mobil mewah yang diamankan di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 16 Desember 2019. Polda Jawa Timur mengamankan 14 mobil mewah berbagai merk di wilayah Malang dan Surabaya yang diduga tidak memiliki dokumen. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemarin Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan sejumlah pejabat terkait menggelar konferensi pers terkait temuan penyelundupan mobil mewah dan motor mewah. Namun Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi belum menyebut nama perorangan pemilik puluhan mobil dan motor mewah selundupan yang digagalkan jajarannya di Tanjung Priok itu.

    "Sementara masih atas nama perusahaan," ujar Heru di Terminal Peti Kemas Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 17 Desember 2019.

    Berdasarkan data Kemenkeu, ada tujuh perusahaan yang terlibat penyelundupan ini. Menurut Heru, kebanyakan dari mereka adalah perusahaan otomotif Indonesia. Namun kemudian mereka mengkamuflasekan kendaraan-kendaraan tersebut menjadi barang lain.

    "Porsche dan Alfa Romeo diberitahukan sebagai batu bata, mungkin modusnya supaya beratnya mirip-mirip," tutur Heru. "Jadi dalam analisis itu intelijen kami melihat salah satunya berat, kenapa batu bata karena kalau kapas enggak make sense dengan berat segitu jadi dicarilah batu bata."

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penyelundupan mobil dan sepeda motor mewah melalui Pelabuhan Tanjung Priok sepanjang 2016-2019 melibatkan tujuh perusahaan. Perusahaan itu antara lain berinisial PT SLK, PT TJI, PT NILD, PT MPMP, PT IRS, PT TNA, dan PT TSP.

    Dalam kurun waktu tersebut sebanyak 19 unit mobil mewah dan 35 unit motor/rangka motor/mesin motor mewah berbagai merek telah diamankan oleh Bea Cukai Tanjung Priok. Adapun perkiraan total nilai barang mencapai kurang lebih Rp 21 miliar dan potensi kerugian negara mencapai kurang lebih Rp 48 miliar.

    Dengan manifest tertanggal 29 September 2019, PT SLK kedapatan menyelundupkan mobil Porsche GT3RS dan Alfa Romeo dari Singapura dengan total perkiraan nilai barang mencapai Rp 2,9 miliar namun pemberitahuannya hanya dinyatakan sebagai refractory bricks. Potensi kerugian negara yang disebabkan mencapai Rp6,8 miliar, sementara itu hingga saat ini terhadap barang yang diimpor oleh PT SLK masih terus dilakukan penelitian oleh Bea Cukai.

    Selanjutnya, PT TJI kedapatan menyelundupkan Mercedez Benz, BMW tipe C|33O model GH-AU30, BMW tipe CI330 Series E46, Jeep TJ MPV, mobil Toyota Supra, mobil Jimny, 8 rangka motor, 8 mesin motor, dan motor Honda Motocompo dari Jepang dengan total perkiraan nilai barang mencapai Rp1,07 miliar.

    Sementara itu, dokumen manifest tertanggal 29 Juli 2019 hanya menyatakan barang yang diimpor adalah front bumper assy, rear bumper, door assy, dashboard assy, dan engine hood. Potensi kerugian negara dari kasus ini mencapai Rp 1,7 miliar. Berkas perkara atas kasus ini telah lengkap dan seorang berinisial SS telah ditetapkan sebagai tersangka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.