Kurs Rupiah Berfluktuasi di Awal Perdagangan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak fluktuatif pada perdagangan pagi ini. Data Bloomberg mencatat, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka terdepresiasi tipis 3 poin atau 0,02 persen di level Rp 14.000 per dolar AS.

    Namun nilai tukar rupiah kemudian terapresiasi 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp13.995 dari level yang dibukukan pada perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan kemarin, nilai tukar rupiah berakhir di level 13.997 dengan penguatan 13 poin atau 0,09 persen terhadap dolar AS.

    Ahli Strategi Makro DBS Singapura Chang Wei Liang mengatakan bahwa sentimen pasar akan tetap mendukung rupiah dengan Bank Indonesia yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya pada pekan ini.

    Bank Indonesia akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) terakhir pada 2019 yang akan dilangsungkan selama dua hari mulai hari ini hingga besok, Kamis, 19 Desember 2019. “Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi di kisaran Rp 13.950 per dolar AS hingga Rp 14.200 per dolar AS dalam waktu dekat,” ujar Chang Wei Liang seperti dikutip dari Bloomberg.

    Adapun Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim, sentimen yang mendominasi pasar saat ini masih seputar hubungan dagang Amerika Serikat dan Cina.

    Perwakilan Dagang AS Robert Lightizer mengatakan bahwa naskah kesepakatan damai dagang AS-China hanya tinggal menunggu pemeriksaan yang sifatnya rutin saja dan tidak ada perubahan yang mendasar karena semuanya sudah disepakati.

    Hal serupa juga ditegaskan oleh Penasihat Ekonomi Gedung Putih Lawrence Kudlow bahwa kesepakatan sudah sepenuhnya tercapai, dan itulah hal yang paling penting. "Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping akan menandatangani perjanjian tersebut pada awal Januari,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa, 17 Desember 2019.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.