Kedung Keris Mulai Produksi Minyak 5.000 Barel per Hari

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Exxon Mobil Corp terlihat di Expo dan Konferensi Rio Oil and Gas di Rio de Janeiro, Brasil 24 September 2018. [REUTERS / Sergio Moraes]

    Logo Exxon Mobil Corp terlihat di Expo dan Konferensi Rio Oil and Gas di Rio de Janeiro, Brasil 24 September 2018. [REUTERS / Sergio Moraes]

    Tempo.Co, Bojonegoro - Lapangan minyak Kedung Keris memulai produksi sebanyak 5.000 barel perhari, pada Selasa 17 Desember 2019. Pihak ExxonMobil Cepu Limited (EMCL),  dan mitra Blok Cepu, PT Pertamina EP Cepu dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu, telah memulai kegiatan produksi awal ini.

    Peresmian produksi perdana dihadiri Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. Hadir juga Gubernur Jawa Timur, diwakili Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur, Setiadjit, dan Presiden Direktur PT Pertamina (Persero), diwakili Senior Vice President Development & Production, Panji Sumirat. Kemudian Presiden ExxonMobil Cepu Limited, Louise McKenzie, Presiden Direktur PT Pertamina EP Cepu, Jamsaton Nababan dan Kepala Badan Kerja Sama PI Blok Cepu, Hadi Ismoyo.

    Menurut Presiden ExxonMobil Cepu Limited,  Louise McKenzie pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia, Pemerintah Bojonegoro dan Tuban. Juga PT Pertamina EP Cepu dan BKS PI Blok Cepu. "Juga masyarakat tetangga yang telah mendukung proyek ini. Kami akan terus mengevaluasi kemampuan dan kinerja dari sumur Kedung Keris," ujar dalam keterangan persnya Selasa 17 Desember 2019.

    Saat ini, produksi Kedung Keris sekitar 5.000 barel minyak per hari. Jumlah produksi minyak ini dapat ditingkatkan menjadi 10.000 barel minyak per hari, setidaknya pada saat produksi puncak. Hasil produksi dari Kedung Keris (berada di Desa Leran dan Desa Sukorejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro) mendukung keseluruhan produksi Blok Cepu. Saat ini produksinya lebih dari 25 persen minyak Indonesia dengan aman dan andal.

    Selain itu, lanjut Louise McKenzie, pihaknya telah mencapai catatan keselamatan yang signifikan pada proyek ini. Yaitu dengan lebih dari 2 juta jam keselamatan kerja. Sedangkan kontrak rekayasa, pengadaan dan konstruksi proyek Kedung Keris dilaksanakan PT Meindo Elang Indah, sebuah perusahaan Indonesia.

    Proyek Kedung Keris ini terdiri dari tapak sumur untuk operasi satu sumur, dan pipa bawah tanah berdiameter 8 inci, sepanjang 15 kilometer yang tersambung dengan Fasilitas Pengolahan Pusat Banyu Urip. Lapangan Kedung Keris ditemukan pada 2011, sekitar 15 kilometer sebelah timur Lapangan Banyu Urip. Berdasarkan evaluasi saat ini, diperkirakan cadangan minyak dari Lapangan Kedung Keris mencapai 20 juta barel minyak. Kedua lapangan tersebut terletak di Blok Cepu, di mana EMCL bertindak sebagai operator. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.