Ingin Kualitas Layanan Bus Samai Kereta, Menhub Ungkap Syaratnya

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menhub Budi Karya saat mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi terkait dengan persoalan transportasi berbasis online di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 18 Juli 2017. TEMPO/Subekti

    Menhub Budi Karya saat mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi terkait dengan persoalan transportasi berbasis online di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 18 Juli 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi ingin kualitas pelayanan angkutan bus menyamai layanan angkutan kereta api. "Angkutan kereta sudah bagus," ujar dia di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019.

    Menurut Budi, ada tiga syarat angkutan bus bisa menjadi bagus. Pertama adalah soal ticket yang mesti diperbaiki. Berikutnya soal antar moda atau kualitas bus yang baik. Dan terakhir adalah soal terminal.

    Saat ini, menurutnya terminal dan busnya sudah bagus. Hanya saja, perkara pertiketan yang perlu segera dibenahi. "Jadi saya berharap stakeholder melakukannya dengan baik," tuturnya.

    Sebelumnya, Budi tampak geram saat berbicara soal Terminal Pulogebang. Ia mengatakan penugasan darinya kepada pejabat terkait ihwal terminal tersebut tak kunjung dikerjakan, yaitu untuk menyediakan layanan pembelian online.

    "Waktu ke Pulogebang kalo bisa marah, ya marah sekali. Saya sudah minta ke Ditjen Darat (Direktorat Jenderal Perhubungan Darat), BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, dan Dinas Perhubungan, minta pembelian online yang dikasih cuma ke Majalengka," ujar dia.

    Ia mengatakan penugasan itu sudah disampaikan hampir selama tiga tahun, namun hingga kini belum juga terjadi. Kegeraman Budi bertambah kala ia mencoba membeli tiket untuk salah satu jadwal. Namun, ketika datang busnya masih kotor dan tampak tidak ada penumpangnya.

    "Saat saya tunggu (untuk jadwal) jam 11.30 WIB bus ini enggak keluar-keluar karena bis ini punya terminal gelap sendiri. Saat datang datang masih kotor dan enggak ada penumpang. Artinya, 3 tahun omongan saya hanya dianggap angin," tutur Budi. Dengan kejadian itu, ia merasa arahan yang disampaikan itu belum tersampaikan, seperti yang diminta Presiden Joko Widodo.

    Kegeraman Budi beralasan. Dia merasa kasihan kepada masyarakat karena masih belum bisa mendapat pelayanan baik. Padahal, pemerintah telah menyediakan fasilitas terminal yang bagus. "Ini mesti dikelola dengan baik."

    Karena itu, ia mengancam akan mengganti pejabatnya apabila masih belum juga membenahi sistem pertiketan di Terminal Pulogebang, Jakarta. Ia mengatakan sudah tiga tahun instruksinya untuk menyediakan sistem pembelian tiket bus online belum direalisasikan.

    Menhub pun meminta para pejabat terkait untuk menyelesaikan penugasan tersebut. "Jadi kalau saat lebaran nanti, menjelang lebaran, tidak ada atau tidak terjadi, maka pejabatnya akan saya ganti," tutur Budi.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?