Luhut Undang Putera Mahkota UEA Lihat Potensi Hydropower di Papua

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam rapat koordinasi dan evaluasi dua tahun penanganan DAS Citarum di gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (17/10/19).

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam rapat koordinasi dan evaluasi dua tahun penanganan DAS Citarum di gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (17/10/19).

    TEMPO.CO, Jakarta - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melaksanakan pertemuan bilateral dengan Putera Mahkota UEA, Pangeran Mohammed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan di Abu Dhabi. Dalam kesempatan itu, dia mengundang Putera Mahkota Pangeran Mohammed Bin Zayed untuk mengirim timnya guna melihat potensi hydropower di Kalimantan Utara dan Papua.

    “Kami berharap, UEA akan menjadi mitra dan sahabat untuk mengembangkan beberapa proyek karbon di Indonesia,” kata Luhut dalam keterangan tertulis, Senin, 16 Desember 2019.

    Luhut juga membawa pesan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Di mana kata dia, pertemuan itu adalah persiapan awal untuk kunjungan kenegaraan presiden pada bulan Januari mendatang. "Pertemuan ini juga untuk memastikan bahwa kerja sama G to G (Governement to Government) dan kesepakatan bisnis telah tersampaikan dan berjalan dengan baik,” kata Luhut.

    Beberapa MoU yang akan ditandatangani antara lain di bidang energi, kesehatan, pendidikan, dan Sovereign Wealth Fund_ (SWF). Selain itu, kata Luhut, pertemuan ini juga untuk mempersiapkan MoU untuk mendukung pembangunan Infrastruktur di Indonesia, dimana ADIA (Abu Dhabi Investment Authority) akan menjadi partner penting bagi Indonesia.

    “Indonesia saat ini juga sedang memproses Omnibus Law untuk memberikan kepastian hukum bagi SWF ini,” ujarnya.

    Di bidang petrokimia dan petroleum, beberapa kerja sama yang telah disepakati adalah, kesepakatan antara Pertamina dan Adnoc untuk pengembangan kilang di Balongan. Juga kesepakatan antara Masdar dan PLN untuk pembangunan panel tenaga surya terapung 145 GW. Kemitraan antara Pertamina dan Mubadala untuk pengembangan kilang di Balikpapan, dan antara EGA dan Inalum untuk pengembangan smelter dan hydropower berbasis 500.000 ton per tahun aluminium smelter di Kalimantan Utara.

    Kemudian, kesepakatan antara Chandra Asri dan Adnoc dengan kontrak jangka panjang. Kesepakatan di bidang agrikultur yang akan mengambil lokasi di Elite Agro, Jawa Barat dan juga Kalimantan Tengah, serta MoU antara DP World dan Maspion untuk area industri terintegrasi seluas 120 hektar.

    Dalam lawatan kali ini, Luhut juga menyampaikan apresiasi Presiden Jokowi atas Kedutaan Besar RI dan kediaman Dubes yang telah berlokasi di wilayah strategis di Abu Dhabi. Selain itu juga dibahas mengenai pembangunan Masjid Agung di Solo Jawa Tengah, yang direncanakan konstruksi awalnya akan dimulai pada Januari 2020 mendatang.

    Dalam kunjungan kerja ke UEA, Luhut didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Purbaya Yudhi Sadewa,Menag Jend TNI (Purn) Fachrul Razi, Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin, Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo (Tiko), Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Dubes Indonesia Husin Bagis. Pertemuan secara simultan dilakukan dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang energi, agrikultur, pendidikan, keuangan, infrastruktur, dan manufaktur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara