Tolak Ekspor Benih Lobster, BGI: Kebijakan yang Tergesa-gesa

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, melihat aneka jenis makanan dan minuman saat menghadiri rangakaian acara Makan Ikan Bersama di Area Parkir Gedung Mina Bahari, Jakarta, Kamis 21 November 2019. Acara tersebut memperingati Hari Ikan Nasional ke-6 dengan mengadakan makan bersama. Tempo/Ahmad Tri Hawaari

    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, melihat aneka jenis makanan dan minuman saat menghadiri rangakaian acara Makan Ikan Bersama di Area Parkir Gedung Mina Bahari, Jakarta, Kamis 21 November 2019. Acara tersebut memperingati Hari Ikan Nasional ke-6 dengan mengadakan makan bersama. Tempo/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta -  Lembaga pemerhati lingkungan hidup, Blue Green Indonesia (BGI) menolak rencana Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang ingin membuka kembali keran ekspor benih lobster. Edhy berencana mencabut Peraturan Menteri KP Nomor 56/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus Spp.), Kepiting (Scylla Spp.), dan Rajungan (Portunus Spp.) dari Wilayah Republik Indonesia.

    ''Kebijakan itu terlalu tergesa-gesa,'' kata Ketua Umum BGI Dian Sandi Utama melalui rilisnya kepada Tempo di Mataram, Ahad 15 Desember 2019.

    Dia menyarankan Edhy Prabowo memperbanyak kunjungan ke beberapa daerah untuk menemui para nelayan dan masyarakat yang bergerak di bidang budidaya. Tujuannya, wacana ekspor benur tidak menjadi kontroversi seperti sekarang ini.

    Wacana keputusan ini sangat jauh dari ekspektasi BGI terhadapnya yang semula jika merepresentasikan Prabowo-isme, selalu bicara tentang kedaulatan dan ekonomi negara (kebocoran anggaran). 

    Dian meminta Edhy Prabowo lebih memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Jangan karena berbeda kepemimpinan, maka semua kebijakan yang sudah baik pun diganti. 

    Pembina Blue Green Indonesia Indra J Piliang mengatakan bahwa Vietnam adalah negara eksportir lobster yang lebih besar dari Indonesia. Industri budidaya mereka jauh lebih maju tapi mereka tidak punya benihnya. Dia menyarankan KKP melakukan transfer pengetahuan tentang budidaya lobster, training dan studi banding.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.