Libur Natal dan Tahun Baru, PLN Janji Tak Ada Pemadaman Listrik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, Sripeni Inten Cahyani, usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi Energi DPR di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Plt Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, Sripeni Inten Cahyani, usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi Energi DPR di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjamin tidak ada pemadaman listrik atau "black out" saat libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru).

    "Mulai dengan 18 Desember 2019 sampai dengan 8 Januari 2020 seluruh pembangkit kami operasikan dan juga jaringan transmisi ini dalam posisi operasi, tidak ada pemeliharaan," kata Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta pada Jumat 13 Desember 2019.

    Menurut Sripeni, pihaknya telah menyiapkan cadangan suplai listrik melalui genset sebanyak 2.540 unit yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

    PLN juga menerjunkan 29.200 petugas di 2.143 posko di seluruh Tanah Air untuk membantu masyarakat jika ada masalah dengan kelistrikan.

    Presiden Joko Widodo telah memimpin rapat terbatas bertopik "Persiapan Natal Tahun 2019 dan Tahun Baru 2020".

    Jokowi meminta kementerian dan lembaga terkait, beserta aparat hukum untuk memastikan kesiapan transportasi hingga keamanan kondisi saat libur Natal 2019 dan Tahun Baru.

    Sementara itu Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Purnomo menjelaskan pihaknya menyiapkan hampir 1.300 kapal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada libur Natal dan Tahun Baru.

    Kementerian akan memantau 51 pelabuhan. PT Pelayaran Nasional Indonesia memperkirakan akan terjadi kenaikan jumlah penumpang sebesar 5,8 persen pada libur Nataru 2019.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.