LIPI: Barang Impor E-commerce, Ancaman Serius bagi Produsen Lokal

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • E-commerce Indonesia Waspadai Resesi Ekonomi Dunia

    E-commerce Indonesia Waspadai Resesi Ekonomi Dunia

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nika Pranata mengatakan impor melalui perdagangan elektronik atau e-commerce memberikan ancaman serius bagi produsen dan penjual online dalam negeri. Berdasarkan survey yang dilakukan LIPI terhadap 1.626 pembeli dan penjual online di Indonesia, sebagian besar pernah berbelanja produk impor lewat e-commerce.

    “Jika permasalahan ini tidak ditindaklanjuti dengan cermat, maka hal tersebut mengancam keberlangsungan usaha produsen dan penjual online di Indonesia,” ujar Nika di Jakarta, Jumat 13 Desember 2019.

    Hal itu, ujar Nika, juga didukung data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang mencatat impor melalui e-commerce meningkat 10,5 persen setiap bulan sepanjang 2018. Sementara, hasil survey LIPI menunjukkan sebanyak 87,7 persen responden tahu bahwa mereka bisa berbelanja produk luar negeri melalui e-commerce. Dari total tersebut, sebanyak 45,96 persen masyarakat pernah berbelanja produk dari luar negeri melalui e-commerce.

    Dari sisi penjual, mayoritas penjual khawatir praktik belanja langsung dari luar negeri mengancam keberlangsungan bisnisnya. Saat ditanya seberapa ketat tingkat persaingan e-commerce Indonesia --dengan skala 1-5, nilainya 4,32 atau mendekati sangat ketat. “E-commerce menciptakan fenomena baru, yaitu munculnya pelaku baru seperti reseller atau dropshiper yang tidak banyak memberi nilai tambah," ujar Nika. 

    Peneliti Senior LIPI, Zamroni Salim, mengatakan pemerintah bisa mengadopsi konsep desa e-commerce di Tiongkok lewat Taobao Village sebagi upaya menekan lonjakan produk impor. Pada konsep itu, Alibaba mensyaratkan pemerintah berkomitmen dalam infrastruktur, membangun jalan, internet, infrastruktur lain. “Ada kolaborasi Alibaba, Pemda, Pemerintah Pusat dan penduduk desa. Setidaknya 10 persen penduduk aktif menggunakan Taobao (platform marketplace)," ujar Zamroni. 

    Di Indonesia, Zamroni mengatakan sebetulnya konsep tersebut mulai digarap oleh marketplace Tokopedia program Tokopedia Center. Namun, upaya tersebut dinilai belum menyeluruh. Menurut Zamroni, Tokopedia bisa bekerja sama dengan pedesaan untuk memanfaatkan sumber daya alam setempat. Namun, kata dia, upaya tersebut tentu harus didukung oleh pemerintah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.