Destructive Fishing Watch Persoalkan Rencana Ekspor Benih Lobster

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memberikan sambutan pada rangakaian acara Makan Ikan Bersama di Area Parkir Gedung Mina Bahari, Jakarta, Kamis 21 November 2019. Acara tersebut memperingati Hari Ikan Nasional ke-6 dengan mengadakan makan bersama. Tempo/Ahmad Tri Hawaari

    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memberikan sambutan pada rangakaian acara Makan Ikan Bersama di Area Parkir Gedung Mina Bahari, Jakarta, Kamis 21 November 2019. Acara tersebut memperingati Hari Ikan Nasional ke-6 dengan mengadakan makan bersama. Tempo/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo membuka kembali keran ekspor benih lobster ditentang sejumlah pihak. Hal tersebut dinilai tidak memiliki urgensi.

    "Rencana tersebut bertolak belakang dengan upaya KKP untuk kembangkan budi daya perikanan," ujar Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia Moh. Abdi Suhufan seperti dikutip Bisnis, Kamis, 12 Desember 2019.

    Kemarin, Edhy Prabowo mengatakan bahwa wacana kebijakan untuk mengekspor benih lobster masih dalam didalami. Pemerintah masih melakukan kajian serta meminta masukan dari berbagai pihak terkait keputusan ini.

    Suhufan mengatakan seharusnya Edhy mengembangkan teknologi untuk budi daya lobster di Indonesia. Pasalnya, selama ini budi daya lobster di Indonesia tidak berkembang karena terbatasnya teknologi, pakan, dan hama penyakit yang belum bisa diatasi. 

    "Bukan di tata niaga lobster, tapi prioritas saat ini adalah hulu atau produksinya," katanya.

    Pemerintah, lanjutnya, harus memberi peluang usaha lain dengan tetap memperhatikan keberlanjutan. Adapun dunia internasional saat ini sedang fokus pada isu keberlanjutan.

    Sumber daya kelautan, kata Abdi, tidak boleh dieksploitasi secara serampangan. Ada agenda SDG's terkait konservasi laut yang menjadi tujuan dan target yang mesti dipenuhi Indonesia, terutama untuk tujuan melindungi sumber plasma nutfah.

    Dia pun mengingatkan agar pemerintah jangan tergiur dengan harga benih lobster yang mahal namun mengabaikan faktor lingkungan.

    Sebelumnya, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyayangkan rencana pemerintah membuka keran ekspor benih lobster atau benur. Menurutnya biota laut tersebut mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi saat menjadi lobster bukan benur. 

    Nelayan, menurut dia, akan rugi jika menjual benih lobster. Karena itu ia meminta kepada nelayan untuk berpikir ulang jika berencana mengekspor benih lobster.

    Adapun Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mendukungan wacana yang dilontarkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo untuk membuka ekspor benih lobster. Kendati demikian, Luhut tak sepakat jika semua benih lobster harus diekspor 100 persen. Luhut meminta supaya sebagian benih hasil pembudidayaan itu dilepasliarkan ke alam.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.