Menristek Ingin Gesits Tiru Korea Bidik Pasar Domestik

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda motor listrik Gesits di pameran Indonesia Electric Motor Show di Balai Kartini, Jakarta, 4-5 September 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Sepeda motor listrik Gesits di pameran Indonesia Electric Motor Show di Balai Kartini, Jakarta, 4-5 September 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro saat ini getol untuk mengembangkan motor listrik Gesits. Salah satu caranya dengan mendorong motor listrik Gesits bisa memiliki pasar yang kuat di pasar domestik, seperti industri otomotif Korea Selatan.

    “Pelajaran terbaik bisa diambil dari Korea,” kata Bambang dalam acara peluncuran Roadmap Ekosistem Kendaraan Listrik di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Desember 2019.

    Menurut Bambang, industri otomotif di Korea bisa awalnya berkembang bukan dengan menguasai pasar luar negeri. Namun, industri di sana fokus lebih dulu untuk pembelian di dalam negeri. Pernyataan itu pun disampaikan di depan pejabat Hyundai, merek mobil ternama Korea, yang ikut hadir dalam acara ini.

    Bambang mengatakan, kementeriannya memang tengah fokus mengembangkan motor produksi PT Gesits Technologies Indonesia ini Sebab, motor tersebut merupakan salah satu produk inovasi yang melibatkan banyak pihak di dalam negeri.

    Salah satu upaya pengembangan bisa dilakukan dengan kerja sama bersama Grab Indonesia. Januari 2020, Grab Indonesia bersiap untuk meluncurkan armada kendaraan listrik, mulai dari mobil sampai motor listrik. Motor listrik Gesits pun jadi salah satu armada yang diluncurkan,

    Bambang berterima kasih kepada Grab atas kerja sama ini. Menurut dia, sebuah inovasi memang harus berujung pada masuknya produk tersebut ke pasar. “Paling mudah ya lewat ojol, ojek online,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.