Erick Thohir Ungkap Eks Dirut Garuda Rangkap Jabatan di 6 BUMN

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis

    Menteri BUMN Erick Thohir. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir mengaku kaget dengan banyaknya direksi perusahaan BUMN yang merangkap jabatan sebagai komisaris. Bahkan, kata Erick, dirinya menerima laporan adanya direksi yang merangkap sebagai komisaris pada 6 perusahaan BUMN.

    Pendiri Mahaka Grup itu mengatakan rangkap jabatan tersebut salah satunya terjadi di Garuda Indonesia oleh mantan Direktur Utama Ari Askhara. Ari diketahui menjabat sebagai komisaris di anak usaha atau cucu Garuda Indonesia. Namun, dia memastikan pihak yang merangkap jabatan tersebut telah dicopot oleh Dewan Komisaris Garuda Indonesia Grup.

    "Dari Komisaris Garuda sudah keluarkan surat selain pemberhentian direktur utama juga di komisaris. Kemarin kalau nggak salah komisaris ada 6, dan itu sudah dicopot semua," kata Erick di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, Jumat 13 Desember 2019.

    Dewan Komisaris Garuda Indonesia Persero tak hanya memberhentikan Ari Askhara cs dari jabatan direksi perseroan. Belakangan, Ari dan empat bekas direktur perusahaan maskapai pelat merah itu juga dipecat dari kursi komisaris anak-cucu usaha Garuda Indonesia.

    Pemecatan ini secara resmi disampaikan Dewan Komisaris Garuda Indonesia melalui Surat Keputusan Bernomor DEKOM/SKEP/12/2019; DEKOM/SKEP/013/2019; DEKOM/SKEP/014/2019; dan DEKOM/SKEP/015/2019 yang diterbitkan pada 9 Desember 2019.

    Surat ini ditujukan langsung kepada mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara; bekas Direktur Operasi Garuda, Bambang Adisurya Angkasa; bekas Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda, Mohammad Iqbal; mantan Direktur Teknik dan Layanan Garuda Iwan Joeniarto; serta bekas Direktur Human Capital Garuda Heri Akhyar.

    Adapun pemberhentian dilakukan setelah Dewan Komisaris Garuda memecat nama-nama tersebut dari jabatan Board of Director atau BOD. “Pemberhentian pada jabatan dewan komisaris anak/cucu perusahaan berlaku sejak penetapan pemberhentian sementara waktu yang bersangkutan dari jabatan direksi,” tulis surat itu yang ditandatangi oleh seluruh jajaran Komisaris Garuda Indonesia dengan ketua Sahala Lumban Gaol.

    Berdasarkan lampiran yang disertakan dalam surat, berikut ini jabatan komisaris para bekas direktur di anak-cucu perusahaan. Ari Askhara menjabat sebagai Komisaris Utama di PT GMF AeroAsia, PT Citilink Indonesia, PT Aerofood Indonesia, PT Garuda Indonesia Air Charter dan PT Garuda Tauberes Indonesia. 

    Bambang Adisurya menjabat sebagai Komisaris PT Gapura Angkasa, Komisaris Utama PT Sabre Travel Network Indonesia, Komisaris PT Aero Globe Indonesia dan PT Aerotrans Service Indonesia. 

    Mohammad Iqbal menjabat sebagai Komisari Utama PT Gapura Angkasa, Komisaris PT Aerojasa Perkasa, PT Citra Lintas Angkasa dan PT Garuda Tauberes Indonesia. 

    Iwan Joeniarto adalah Komisaris Utama di PT Aerosystem Indonesia dan PT Garuda Daya Pratama Sejahtera. Ia juga menjabat sebagai Komisaris PT Aero Wisata, PT Aerofood Indonesia dan PT Garuda Energi Logisik & Komersil, PT Garuda Indonesia Terapan Cakrawala Indonesia. 

    Sedangkan Heri Akhyar adalah Komisaris PT Aerofood Indonesia, Komisaris Utama PT Aeroglobe Indonesia, GIH Indonesia dan PT Garuda Indonesia Terapan Cakrawala Indonesia. Selain itu ia juga tercatat sebagai Komisaris di PT GOH Korea, PT Garuda Indonesia Air Charter, PT Garuda Daya Pratama Sejahtera dan  Commissioner of Strategic Function PT GOH Jepang, 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!