Survei LIPI Ungkap 2 Alasan Warga RI Belanja Online Produk Impor

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Penelitian Indonesia (LIPI) Nika Pranata melansir hasil penelitian tentang penjual dan pembeli online di Indonesia, salah satunya mengupas alasan orang Indonesia senang belanja online produk impor.

    “Ada dua alasan, pertama adalah produknya langka atau tidak tersedia di Indonesia dan kedua harganya murah,” kata Nika saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019.

    Nika memaparkan hasil penelitian tersebut didapat dari survei yang dilakukan terhadap 1.626 responden yang terdiri dari 820 pembeli online dan 806 penjual online yang tersebut di Pulau Jawa, Kepulauan Riau, Jawa Barat, dan Sulawesi Utara.

    Dari sisi pembeli, ditemukan tiga platform digital yang paling sering digunakan oleh pembeli online asal Indonesia yakni Alibaba dan Aliexpress asal Cina, serta Amazon asal Amerika Serikat.

    Menurut Nika, kebanyakan pembeli asal Indonesia menggunakan platform tersebut untuk berbelanja peralatan elektronik seperti ponsel, kamera, laptop, dan komputer. Selain itu produk aksesori elektronik, yakni audio, printer, penyimpanan data, hingga aksesori HP juga banyak dicari.

    Ia menambahkan berdasarkan temuan lapangan hampir semua penjual online Indonesia menyatakan bahwa praktek tersebut menurunkan penjualan mereka dan mengancam keberlangsungan bisnisnya.

    “Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, 90 persen barang yang dijual secara online merupakan produk impor. Nah, hal ini membuat persaingan semakin ketat,” ujar dia.

    Nika menyampaikan saat ini dunia memasuki era perdagangan tanpa batas, pergerakan barang dan jasa menjadi sangat mudah. Dampaknya, impor barang melalui e-commerce meningkat tajam.

    Oleh karena itu, tren impor barang melalui e-commerce perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

    Data dari Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan menunjukkan sepanjang 2018 rata-rata jumlah barang kiriman impor melalui e-commerce meningkat 10,5 persen per bulan, sedangkan dari sisi nilai transaksi melonjak 22 persen dari tahun sebelumnya.

    Tren tersebut terjadi akibat mudahnya konsumen Indonesia untuk membeli barang dari luar negeri.

    “Bahkan beberapa platform e-commerce besar di Indonesia menyediakan fasilitas kepada penjual asing untuk membuka toko online di Indonesia,” tukas Nika.

    Jika permasalahan ini tidak ditindaklanjuti dengan cermat, ungkapnya, maka hal tersebut mengancam keberlangsungan usaha produsen dan penjual online di Indonesia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!