Harbolnas 12.12, Pengiriman Paket Melonjak Hingga 40 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • UKM Lazada Raih Target Maksimal di Harbolnas 2018. (dok Lazada)

    UKM Lazada Raih Target Maksimal di Harbolnas 2018. (dok Lazada)

    TEMPO.CO, Bandung - Selama penyelenggaraan Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 12.12, pengiriman paket tercatat meningkat antara 30 hingga 40 persen dibandingkan hari biasa. Pengiriman paket itu berasal dari berbagai situs belanja dalam jaringan (daring) atau online di Indonesia.

    "Kalau dibandingkan dengan periode yang sama Harbolnas 12.12 pada tahun lalu, kenaikan volume paket pada Harbolnas 12.12 tahun 2019 ini diprediksi mencapai 30 sampai 40 persen," kata Vice President of Marketing JNE Eri Palgunadi di Bandung, Jawa Barat, Jumat 13 Desember 2019.

    Eri mengatakan, tren kenaikan pengiriman paket terkait Harbolnas 12.12 tahun ini sebenarnya sudah terjadi sejak September. "Jadi itu sejumlah marketplace kan menggelar promo bukan hanya saat Harbolnas 12.12, namun juga saat '9.9', '10.10' dan '11.11', sehingga sejak September sudah terjadi tren peningkatan volume pengiriman paket dan puncaknya saat Harbolnas 12.12," ujarnya.

    Dia mengatakan lalu lintas pengiriman paket saat Harbolnas 12.12 sekitar 60 persen berada di dalam Pulau Jawa dan sisanya di luar Pulau Jawa serta dari Pulau Jawa ke luar Jawa serta sebaliknya.

    "Untuk tren pengiriman paket di luar Pulau Jawa dan antara Pulau Jawa dengan luar Jawa terus meningkat. Akan tetapi, yang terbesar tetap di Pulau Jawa," katanya.

    Menurut dia, selain karena promo Harbolnas 12.12, peningkatan volume pengiriman paket juga dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat Nasrani yang sedang mempersiapkan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. "Namun faktor Harbolnas memang jauh lebih dominan," kata Eri. 

    Lebih lanjut ia mengatakan 3-4 hari sebelum Harbolnas biasanya penyedia jasa ekspedisi melakukan pertemuan dengan marketplace untuk mengantisipasi lonjakan volume paket. "Kami juga memperkuat armada dan teknologi informasi untuk menunjang operasional pengiriman paket selama Harbolnas 12.12," Eri melanjutkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.