Luhut Pandjaitan Ingatkan Grab: Jangan Bikin Untung Saja...

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam acara peluncuran Roadmap Ekosistem Kendaraan Listrik di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Desember 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam acara peluncuran Roadmap Ekosistem Kendaraan Listrik di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Desember 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan memberi wejangan kepada Grab Indonesia. Salah satunya yaitu menyeimbangkan antara keuntungan bisnis dan kepedulian akan lingkungan dan masyarakat.

    "Jangan bikin untung aja, tapi republik kacau. Jangan satu untung, yang lain buntung," kata dia di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Desember 2019. Mendengar wejangan tersebut, Presiden Grab Ridzki Kramadibrata mengangguk-angguk dan tersenyum.

    Wejangan ini disampaikan dalam acara peluncuran Roadmap Ekosistem Kendaraan Listrik oleh Grab Indonesia. Setelah adanya Roadmap ini, maka Grab akan segera meluncurkan mobil listrik hasil kerja sama dengan Hyundai Indonesia pada Januari 2020.

    Luhut berterima kasih kepada Grab yang bakal segera meluncurkan mobil listrik ini. Menurut dia, jadwal peluncuran tersebut masih sesuai dengan informasi yang pernah ia terima sebelumnya dari Grab.

    Dalam acara ini, Grab pun memasang tulisan 0 persen polusi dan 100 listrik. Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro yang diberi kesempatan untuk berbicara juga memberi wejangan kepada Grab.

    Ia meminta Grab untuk tidak cepat puas dengan meluncurkan mobil listrik. Masih ada pertanyaan berikutnya, kalau mobil sudah listrik, apakah listriknya juga sudah ramah lingkungan atau tidak.

    Jika belum menggunakan listrik dari energi bersih alias energi terbarukan, maka tahapan yang harus dicapai sebenarnya belum selesai. "Jadi kalau ibarat sekolah, lulus masih dengan nilai 70 lah, tapi lebih baik dari 0," kata dia.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.