Diduga Salah Teknis, Dua Pesawat Garuda Berhadapan di Landasan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia yang tergelincir di Landasan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, 2 Juni 2015. 144 penumpang dan delapan crew berhasil keluar dari pesawat dengan keadaan selamat. TEMPO/Fahmi Ali

    Pesawat Garuda Indonesia yang tergelincir di Landasan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, 2 Juni 2015. 144 penumpang dan delapan crew berhasil keluar dari pesawat dengan keadaan selamat. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta – Sebuah video yang menampilkan dua armada pesawat Garuda Indonesia tengah barhadap-hadapan di landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta beredar di perpesanan instan. Rekaman berdurasi 41 detik itu menunjukkan gambar diambil dari dalam bus apron.

    Belum diketahui kapan tepatnya kejadian ini terjadi. Namun, berdasarkan informasi yang diterima Tempo, pilot pesawat dengan nomor GA 649 diduga salah mendengarkan instruksi air traffic controler atau ATC. Beruntung, insiden ini tidak sampai menimbulkan kecelakaan.

    Pilot Garuda itu mendaratkan pesawatnya di parkir N4 melalui jalur taxiway NP2. Padahal, ATC memerintahkan pesawat menuju N4 melalui lajur NP2.

    “GIA 649 berbelok ke kiri ke NP2, sementara di NP2 ada GIA264 WIII-WADY/CRJX/PKGRR yang sudah taxi out NC3 join NP2,” kata sumber Tempo.

    Kedua pesawat Garuda itu akhirnya saling berhadap-hadapan hingga petugas tiba di lokasi pukul 16.04 WIB. Petugas memerintahkan pesawat GIA 649 mundur hingga jalur NC4 dan parkir di G55.

    Menurut sumber, pilot Garuda itu telah meminta maaf atas kesalahan memahami istruksi yang disampaikan ATC. “Pilot GA649 telah meminta maaf di radio atas kesalahan melakukan instruksi yang diberikan ATC,” ucapnya.

    Tempo telah mengkonfirmasi kepada Senior Manager Branch Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Febri Toga Simatupang. Namun saat ini pihaknya belum menyampaikan respons terkait insiden yang menimpa dua pesawat Garuda itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.