Jalan Tol Japek II Beroperasi, Jokowi: Keluhan Macet Hilang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan konstruksi jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau Japek II di Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 27 Juli 2018. Pengerjaan jalan tol ini mencapai 19,7 Km dari panjang 38 Km.  ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pekerja menyelesaikan konstruksi jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau Japek II di Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 27 Juli 2018. Pengerjaan jalan tol ini mencapai 19,7 Km dari panjang 38 Km. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Tempo.Co, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau tol Japek II. Dia berharap tidak ada lagi keluhan masyarakat mengenai kemacetan, setelah tol layang terpanjang itu diresmi beroperasi.

    "Banyak keluhan ke saya yang lewat Jakarta - Ciikampe macetnya berjam-jama kita harapkan selesainya Jakarta - Cikampek elevated 2 ini maslah itu tidak ada lagi,‎" kata Jokowi, saat meresmikan Tol Jakarta-Cikampek 2 Elevated di KM 38, Cikarang, Kamis, 12 Desember 2019.

    Jokowi mengaku kerap mendapat keluhan masyarakat yang terjebak macet berjam-jaman ketikan melewati ruas tol Jakarta - Cikam‎pek. Namun masalah tersebut saat ini sudah teratasi dengan beroperasinya tol Japek II Elevated itu.

    Adapun tol Japek II elevated memiliki panjang sepanjang 38 kilometer. Ruas jalan tol itu terbentang dari Cikunir hingga Kerawang Barat (km 9+500 sampai dengan km 47+500). Biaya investasi pembangunan tol layang ini sekitar Rp 16,23 triliun. Biaya konstruksi mencapai Rp 11,69 triliun.

    Jokowi, dengan beroperasinya jalan tol Japek II kepadatan lalulintas di ruas Jakarta -Cikampek akan terurai sebesar 30 persen. "Kemacetan yang empat tahun ini dirasakan sejak 2016 bisa berkurang, dari hitung-hitungan bisa dikurangi 30 persen," ujar dia.

    Dia juga memastikan bahwa jalan tol Japek II gratis untuk dilalui pada masa Natal dan Tahun Baru. Pada 2020, kata dia, tarif baru akan diumumkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.