Genjot Ekspor, Jokowi: Masalah Defisit Selesai dalam 5 Tahun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, melihat proses pembuatan Isuzu Traga yang akan dieksport perdana ke beberapa negara di Asia Tenggara di Pabrik Izuzu, Karawang, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Mobil ini pertama kali diluncurkan pada April 2018 dan dibekali dengan mesin 4JA1-L 4 Cycle Direct Injection dengan turbocharge kapasitas 2.499cc. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, melihat proses pembuatan Isuzu Traga yang akan dieksport perdana ke beberapa negara di Asia Tenggara di Pabrik Izuzu, Karawang, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Mobil ini pertama kali diluncurkan pada April 2018 dan dibekali dengan mesin 4JA1-L 4 Cycle Direct Injection dengan turbocharge kapasitas 2.499cc. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Karawang - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta pelaku industri otomotif Indonesia bisa mengekspor minimal 1 juta unit kendaraan pada 2024. Pasalnya saat ini total ekspor otomotif Indonesia sudah mencapai 300 ribu unit per tahun.

    "Saya minta sampaikan kepada seluruh keluarga besar industri otomotif, 2024 minimal 1 juta unit harus keluar dari Indonesia. Caranya gimana, saya enggak mau tahu," kata Jokowi saat melepas ekspor perdana Isuzu Traga di di pabrik Isuzu Karawang Plant, Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Kamis, 12 Desember 2019.

    Jokowi menuturkan saat ini nilai ekspor otomotif Indonesia mencapai US$ 8 miliar per tahun. Dengan target yang ia berikan maka pada 2024 nilai ekspor otomotif harus naik tiga kali lipat.

    Mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta pelaku bisnis harus optimistis dengan target yang ia berikan. Ia merasa selama ini masyarakat Indonesia lebih kuat pesimistisnya. "Kita sering tak percaya diri karena kerja enggak pernah pakai target yang terukur dan realistis. Saya yakin, insya Allah bisa terwujud," tuturnya.

    Menurut Jokowi, fokus pemerintah saat ini adalah mengurangi impor dan meningkatkan ekspor. Hal ini untuk memperbaiki masalah defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan yang puluhan tahun tidak bisa diselesaikan.

    Ia haqulyakin masalah defisit yang Indonesia alami bisa selesai dalam waktu 4-5 tahun ke depan. "Itulah target yang ingin kami capai dalam 5 tahun ke depan. Saya melihat peluang itu sangat terbuka lebar," ujarnya.

    Presiden Direktur PT. Astra International, Prijono Sugiarto, mengatakan untuk ekspor perdana ini, rencananya Isuzu bakal mengirim 6 ribu unit Isuzu Traga ke Filipina hingga akhir 2020. Ia memperkirakan kontribusi pada devisa negara dari ekspor ini mencapai US$ 66 juta per tahun. Pada tiga tahun ke depan, Isuzu Indonesia berencana memperluas negara tujuan ekspor Isuzu Traga hingga lebih dari 20 negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.