Dibuka Menguat, IHSG Diprediksi Bakal Bergerak Variatif Hari Ini

Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Data Bloomberg mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada awal perdagangan hari ini. IHSG menguat 0,2 persen atau 12,66 poin ke level 6.192,76 pada pukul 09.16 WIB, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,09 persen atau 5,32 poin ke level 6.185,42.

Pada perdagangan kemarin, indeks menutup pergerakannya di zona merah dengan pelemahan 0,06 persen atau 3,41 poin ke level 6.180,1. Sementara sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.182,71-6.201,02.

Empat dari sembilan sektor terpantau bergerak positif, dipimpin sektor finansial yang menguat 0,73 persen, disusul sektor tambang yang naik 0,58 persen. Lima sektor lainnya melemah, didorong oleh sektor barang konsumsi yang melemah 0,52 persen.

Sebanyak 147 saham menguat, 64 saham melemah, dan 457 saham stagnan dari 668 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Saham an PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang masing-masing naik 0,48 persen dan 1 persen menjadi pendorong utama atas penguatan IHSG.

Bursa saham lainnya di Asia bergerak mayoritas menguat pagi ini. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang naik masing-masing 0,01 persen dan 0,18 persen, sedangkan indeks Hang Seng menguat 1,15 persen. Sementara ci Cina, indeks Shanghai Composite terpantau melemah 0,14 persen, sedangkan indeks CSI 300 melemah 0,06 persen.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak variatif pada perdagangan hari ini, di tengah penantian terhadap penentuan tarif lanjutan AS terhadap impor China 15 Desember mendatang.

Pada rapat FOMC dini hari tadi, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga AS di level 1.75 persen sesuai dengan prediksi konsensus. Pasar AS bergerak menguat setelah pengumuman tersebut dan ditutup positif.

Selain itu, The Fed pun memberi sinyal bahwa level suku bunga saat ini akan dipertahankan pada tahun depan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi yang moderat dan tingkat pengangguran yang rendah.

Sementara itu, Bank Dunia merilis laporan kuartalan edisi Desember 2019 dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5 persen pada 2019 dan 5,1 persen pada 2020. Proyeksi tersebut lebih rendah dari proyeksi pada Juni 2019 yang diprediksi Indonesia tumbuh di level 5,1 persen pada 2019 dan 5,2 persen pada 2020.

Untuk perdagangan hari ini investor akan kembali mencermati tarif perang dagang yang akan diberlakukan AS pada 15 Desember 2019 terhadap barang impor Cina senilai US$ 160 miliar. Tim Riset Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak mix pada perdagangan hari ini karena pasar mengantisipasi pengenaan tambahan tarif dari perselisihan dagang AS-Cina.

BISNIS






Kaesang Pangarep Cerita Bertemu Lo Kheng Hong, Siapakah Pak Lo Ini?

2 jam lalu

Kaesang Pangarep Cerita Bertemu Lo Kheng Hong, Siapakah Pak Lo Ini?

Kaesang Pangarep menceritakan pernah bertemu Lo Kheng Hong pada 2019. Siapakah sosok yang akrab disapa Pak Lo ini?


Bursa AS Jeblok ke Level Terburuk Sejak Maret 2020, Apa Sebabnya?

4 jam lalu

Bursa AS Jeblok ke Level Terburuk Sejak Maret 2020, Apa Sebabnya?

Bursa saham Amerika Serikat atau Bursa AS jeblok pada akhir perdagangan Jumat, 30 September 2022.


Per Hari Ini, Harga Pertamax Turun Jadi Rp 13.900 per Liter

5 jam lalu

Per Hari Ini, Harga Pertamax Turun Jadi Rp 13.900 per Liter

Harga Pertamax resmi turun menjadi Rp 13.900 per liter untuk wilayah Jakarta, mulai hari ini, Sabtu, 1 Oktober 2022.


Pekan Ini , Bank Indonesia Catat Modal Asing Keluar Rp 8,48 T

12 jam lalu

Pekan Ini , Bank Indonesia Catat Modal Asing Keluar Rp 8,48 T

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing keluar bersih senilai Rp8,48 triliun selama periode 26-29 September 2022.


Rupiah Akhir Tahun Diprediksi Tak Sampai Rp 15.000, Ekonom: Rupiah Masih Undervalued

15 jam lalu

Rupiah Akhir Tahun Diprediksi Tak Sampai Rp 15.000, Ekonom: Rupiah Masih Undervalued

Nilai tukar rupiah terpantau masih berada pada level di atas Rp15.200 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Jumat 30 September 2022.


Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

17 jam lalu

Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

Bank Dunia (World Bank) mengubah standar garis kemiskinan baru yang mengacu pada aturan purchasing power parities (PPP) 2017.


Ketidakpastian Ekonomi Dunia Bayangi Laju IHSG, Dua Sektor Berikut Bisa Dipertimbangkan

17 jam lalu

Ketidakpastian Ekonomi Dunia Bayangi Laju IHSG, Dua Sektor Berikut Bisa Dipertimbangkan

IHSG masih berpeluang mencetak rekor all time high baru pada kuartal IV/2022 meski masih dibayangi ketidakpastian global.


Bank Dunia Revisi Standar Garis Kemiskinan, Ini Respons Kemenkeu

18 jam lalu

Bank Dunia Revisi Standar Garis Kemiskinan, Ini Respons Kemenkeu

Kemenkeu memastikan pemerintah akan melakukan pembahasan ulang (review) terkait standar garis kemiskinan yang baru saja direvisi oleh Bank Dunia.


Sempat Tergelincir, IHSG Kembali ke Level 7.000 di Sesi Perdagangan I Akhir Pekan

23 jam lalu

Sempat Tergelincir, IHSG Kembali ke Level 7.000 di Sesi Perdagangan I Akhir Pekan

IHSG menutup sesi perdagangan sesi pertama di posisi 7.001,25 atau melemah 0,50 persen dari level penutupan perdagangan kemarin 7.036,2.


IHSG Hari Ini Berisiko Melemah, Simak Pergerakan Saham Adaro hingga Bakrie Group

1 hari lalu

IHSG Hari Ini Berisiko Melemah, Simak Pergerakan Saham Adaro hingga Bakrie Group

IHSG bisa tergelincir ke level 6.850 hingga 6.950 jika melemah di bawah 7.000.