Aktivis: Sektor Keuangan Langgengkan Krisis Karhutla Indonesia

Editor

Rahma Tri

Satgas Karhutla dari TNI, Polri bersama relawan pemadam kebakaran berupaya memadamkan kebakaran lahan yang menjalar ke tumpukkan ban bekas di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa 22 Oktober 2019. Kencangnya angin serta sulitnya sumber air di lokasi lahan terbakar membuat api cepat meluas hingga menjalar ke tumpukkan ban bekas yang mengakibatkan asap hitam pekat membumbung tinggi dan menyulitkan petugas untuk memadamkan kebakaran tersebut. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah aktivis lingkungan yang bergabung dalam Rainforest Action Network (RAN), TuK Indonesia, Jikalahari, WALHI dan Profundo menganggap sektor keuangan telah berperan dalam melanggengkan krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Peran ini diberikan lewat kucuran kredit dengan jumlah besar terhadap perusahaan pemicu kebakaran hutan.

Perwakilan Jikalahari, Made Ali, mengatakan, kebakaran hutan di Indonesia tidak akan pernah bisa selesai selama masih ada bank-bank yang mendanai korporasi pembakar hutan. Upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan kebakaran hutan lewat penegakan hukum dan sanksi perdata maupun pidana pun jadi terkesan sia-sia.

“Ini seperti terus menyiram bensin ke api. Beberapa perusahaan secara terorganisir menggunakan api dengan sengaja untuk membuka lahan gambut yang mudah terbakar jadi kebakaran terus terjadi. Tapi tidak ada yang bisa membuat mereka mengubah cara mereka beroperasi karena masih ada yang menyuntikkan dana,” kata Made, Rabu, 11 Desember 2019.

Ia menyebut, grup perusahaan yang terlibat dalam karhutla tahun 2019 telah menerima Rp262 triliun dari sektor keuangan. Dana itu baik dalam bentuk utang dan penjaminan sejak 2015.  Tak hanya dari dalam negeri, kata Made, perusahaan pemicu karhutla ini juga mendapat suntikan dana Cina, Taiwan, Singapura dan Jepang. 

Menanggapi hal ini perwakilan dari WALHI Indonesia, Wahyu Perdana berharap agar bank-bank tersebut bisa ikut mendorong perbaikan tata kelola dan perkebunan. “Sebagai sumber keuangan, bank-bank ini seharusnya mewajibkan klien mereka untuk patuh terhadap seluruh peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Peraturan yang dimaksud termasuk tunduk pada regulasi terkait restorasi gambut yang berarti tidak ada toleransi bagi perusahaan yang terbukti membakar gambut untuk membuka lahan, dan akhirnya memicu karhutla.

MONICHA YUNIARTI SUKU






Transaksi Digital Bank Muamalat Naik 90 Persen, Didominasi Layanan Transfer

5 hari lalu

Transaksi Digital Bank Muamalat Naik 90 Persen, Didominasi Layanan Transfer

Selama masa pandemi Covid-19 jumlah transaksi melalui kanal digital PT Bank Muamalat Indonesia TBK tumbuh 90 persen.


Penyaluran KUR NTB Agustus 2022 Rp 4,25 T, OJK: Terbanyak Sektor Perdagangan Besar dan Eceran

5 hari lalu

Penyaluran KUR NTB Agustus 2022 Rp 4,25 T, OJK: Terbanyak Sektor Perdagangan Besar dan Eceran

OJK memantau penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).


BI Yakin Suku Bunga Deposito dan Kredit Tak Langsung Naik Drastis, Ini Sebabnya

6 hari lalu

BI Yakin Suku Bunga Deposito dan Kredit Tak Langsung Naik Drastis, Ini Sebabnya

Kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin diyakini tidak akan memicu bunga deposito dan bunga kredit naik drastis dalam waktu dekat.


Suku Bunga Naik jadi 4,25 Persen, BI Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi dengan Cara Apa?

6 hari lalu

Suku Bunga Naik jadi 4,25 Persen, BI Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi dengan Cara Apa?

Keputusan bank sentral menaikkan suku bunga acuan BI menjadi 4,25 persen dipastikan sebagai salah satu bauran kebijakan untuk menjaga pertumbuhan.


Muhaimin Iskandar Minta Pemerintah Tingkatkan Kompetensi Pekerja Migran Indonesia

9 hari lalu

Muhaimin Iskandar Minta Pemerintah Tingkatkan Kompetensi Pekerja Migran Indonesia

Muhaimin Iskandar mengatakan negara Indonesia melalui BP2MI terus mendukung fasilitas untuk pekerja migran Indonesia.


92 Persen Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Andalkan Modal Sendiri dan Pinjaman Keluarga

10 hari lalu

92 Persen Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Andalkan Modal Sendiri dan Pinjaman Keluarga

92,37 persen pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) hanya mengandalkan modal sendiri atau pinjaman dari keluarga untuk menopang usaha mereka


Kredit Tumbuh Menguat, CIMB Niaga Incar Laba Tahun Ini Rp 6 T

13 hari lalu

Kredit Tumbuh Menguat, CIMB Niaga Incar Laba Tahun Ini Rp 6 T

CIMB Niaga Tbk. (BNGA) memproyeksikan laba hingga akhir tahun dapat mencapai lebih dari Rp 6 triliun.


Bank Syariah Indonesia Bidik Target Laba 2022 Tumbuh 40 Persen

13 hari lalu

Bank Syariah Indonesia Bidik Target Laba 2022 Tumbuh 40 Persen

Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menargetkan laba perusahaan melesat tumbuh sebesar 30 persen sampai 40 persen.


BP Tapera Sebut Pembiayaan Kredit Perumahan Lampaui Target, Mayoritas ke Pekerja Swasta

13 hari lalu

BP Tapera Sebut Pembiayaan Kredit Perumahan Lampaui Target, Mayoritas ke Pekerja Swasta

BP Tapera ditargetkan menyalurkan dana FLPP sebanyak 200 ribu unit senilai Rp 23 triliun hingga akhir 2022.


BTN Tambah Modal Lewat Rights Issue, Dirut: untuk Pembiayaan KPR Subsidi dan Non Subsidi

13 hari lalu

BTN Tambah Modal Lewat Rights Issue, Dirut: untuk Pembiayaan KPR Subsidi dan Non Subsidi

Bank BTN melakukan penambahan modal lewat rights issue yang seluruhnya digunakan untuk ekspansi kredit perseroan.