Soal Jam Kerja Awak Kabin Garuda, Kemenhub Sempat Beri SP 1

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyusun karangan bunga ucapan terima kasih hingga dukungan kepada Menteri BUMN di halaman Kementerian BUMN Jakarta, Jumat 6 Desember 2019. Karangan bunga yang dikirim ke kantor Kementerian BUMN tersebut menyusul pemecatan Menteri BUMN kepada Direktur Utama Garuda Indonesia Ary Ashkara. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Petugas menyusun karangan bunga ucapan terima kasih hingga dukungan kepada Menteri BUMN di halaman Kementerian BUMN Jakarta, Jumat 6 Desember 2019. Karangan bunga yang dikirim ke kantor Kementerian BUMN tersebut menyusul pemecatan Menteri BUMN kepada Direktur Utama Garuda Indonesia Ary Ashkara. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan sempat memberi surat peringatan pertama atau SP 1 terkait indikasi terlewatinya jam kerja atau exceeding yang dialami awak kabin PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Surat tersebut dilayangkan pada September lalu dengan Nomor AU.402/0065/DKPPU/IX/2019.

    "Sebenarnya (sudah) dikeluarkan SP 1 dan dilanjutkan dengan dilakukannya surveillance (pengawasan)," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti dalam pesan pendek kepada Tempo, Rabu, 11 Desember 2019.

    Pengawasan dilakukan secara spesifik untuk area jam kerja awak kabin atau flight duty time. Dari hasil pengawasan dan audit terhadap perseroan, Kemenhub menemukan ada empat kali kali kelebihan flight duty time atau jam kerja awak kabin.

    Kemenhub juga menemukan ada beberapa rute penerbangan yang dijadwalkan mendekati batas maksimal. Setelah melayangkan surat dan melakukan pengawasan, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Avirianto menyatakan pihaknya memastikan mesti ada mitigasi berupa penugasan ekstra awak kabin Garuda Indonesia ke rute-rute tertentu yang diindikasi ada kelebihan jam kerja. Salah satunya Kualanamu-London.

    "Tim juga sudah mengirimkan rekomendasi kepada Garuda Indonesia untuk tidak melakukan penerbangan pulang-pergi tanpa memberikan RON (penginapan) kepada awak kabin," ujar Avirianto kepada Tempo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!