Natal dan Tahun Baru, Penumpang Laut Diprediksi 1,3 Juta Orang

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang Kapal Pelni Leuser asal Sampit, Kalimantan Tengah, menuruni tangga saat kapal yang mereka tumpangi bersandar di Dermaga Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu 29 Mei 2019. Memasuki H-7 Idul Fitri, pemudik yang berasal dari luar pulau Jawa mulai berdatangan dan memilih mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan arus mudik Lebaran 2019. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Sejumlah penumpang Kapal Pelni Leuser asal Sampit, Kalimantan Tengah, menuruni tangga saat kapal yang mereka tumpangi bersandar di Dermaga Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu 29 Mei 2019. Memasuki H-7 Idul Fitri, pemudik yang berasal dari luar pulau Jawa mulai berdatangan dan memilih mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan arus mudik Lebaran 2019. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus Purnomo memperkirakan akan ada 1,3 juta orang yang menggunakan transportasi laut pada masa liburan Natal dan Tahun Baru kali ini. "Hampir sama dengan tahun lalu, hanya naik sedikit 1 persen," ujar dia di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Rabu, 11 Desember 2019.

    Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang tersebut, ia mengatakan akan memantau 51 pelabuhan dan menyiapkan sekitar 1.300 kapal. Ia mengatakan operasi itu akan difokuskan di daerah Indonesia bagian timur, misalnya Maluku dan Sulawesi Utara.

    Guna menjamin layanan penyeberangan dan transportasi laut, Agus mengatakan saat ini kapal-kapal besar sudah mulai merapat ke kawasan-kawasan tersebut. "Kemudian kapal cadangan negara, kapal navigasi, patroli, dan mungkin nanti dari TNI dan lain sebagainya juga," tutur Agus.

    Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Wisnu Handoko memprediksi akan ada lonjakan penumpang kapal laut  pada saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tahun ini, puncak angkutan Natal diprediksi akan terjadi pada 21 Desember.

    "Pada periode Angkutan Laut Natal Tahun 2019 dan Tahun Baru 2020, pemerintah memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah penumpang naik sebesar 1,84  persen dibandingkan tahun lalu" kata Wisnu di Merlyn Park, Jakarta Pusat, Kamis, 21 November 2019. 

    Dengan lonjakan penumpang tersebut, Wisnu memastikan akan mempersiapkan semua yang diperlukan demi kenyaman, ketertiban, dan keselamatan para penumpang angkutan laut. "Dengan meningkatkan koordinasi secara terpadu dengan instansi terkait dan Pemerintah Daerah," ujarnya.

    Pada masa libur Natal dan Tahun Baru kali ini,  jumlah armada angkutan laut yang siap melayani masyarakat sebanyak 1.293 kapal dengan kapasitas angkut 3,4 juta penumpang. "Kondisi tersebut harus diantisipasi. Pasti  namanya musim liburan, pertama arus penumpang mengalami kenaikan, kemudian arus barang menggunakan kapal penyebrangan dapak meningkat, makannya hari ini kita lakukan koordinasi," kata Wisnu.

    CAESAR AKBAR | EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.