BKPM Sebut Revitalisasi Industri Tekstil Butuh Biaya Rp 175 T

Pekerja menyelesaikan produksi kain sarung di Pabrik Tekstil Kawasan Industri Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat 4 Januari 2019. Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) pada tahun 2019 mencapai 15 miliar dollar AS atau naik 11 persen dibandingkan target pada tahun 2018. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Tempo.Co, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan dana yang mesti digelontorkan untuk melakukan revitalisasi industri tekstil dari hulu ke hilir menelan biaya hingga Rp 175 triliun. Untuk permesinan saja, biaya yang diperlukan adalah sekitar Rp 75 triliun.

"Kami minta kepada mereka mana yang menjadi prioritas dan presiden akan mencari solusi, karena ini adalah persoalan bangsa," ujar Bahlil di Kantor BKPM, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019.

Ia mengatakan akan mengklasifikasikan sektor mana saja yang menjadi prioritas, guna dicarikan solusi. Sehingga ke depan industri tekstil lebih berdaya saing dan harganya lebih kompetitif.

Setelah berdiskusi dengan para pengusaha tekstil, Bahlil sementara ini telah mengambil beberapa kesimpulan untuk menyelesaikan permasalahan  lesunya industri tekstil Tanah Air. Pertama, perlu ada revitalisasi pabrik di Tanah Air.

Selain itu, perlu ada bantuan penetrasi perbankan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. "Yang ketiga adalah negara harus hadir dalam membuat regulasi utk memudahkan mereka termasuk dengan keringanan pajak," tutur Bahlil.

Adapun Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Anne Patricia Sutanto mengatakan dana Rp 175 triliun dari hulu ke hilir itu diperlukan dalam periode 7 tahun. Di sisi lain, dalam 10 tahun, ia mengatakan devisa dari tekstil dan produk tekstil juga akan meningkat, dari US$ 13,2 miliar per tahun pada 2018 menjadi US$ 39 miliar, dengan net devisa US$ 30 miliar.

"Jadi Rp 175 triliun dalam waktu 7 tahun, dari sekarang net devisa US$ 3,2 miliar, jadi ini adalah dari harmonisasi antara hulu ke hilir, kenapa, supaya meningkatkan daya saing kita adalah bagaimana kita meningkatkan daya saing di Indonesia," tutur Anne. Ia mengatakan para pelaku industri tekstil ingin net devisa yang disumbang sektornya meningkat hingga 10 kali lipat dalam 12 tahun.

 

 






Terbitkan Panduan Investasi Hijau Bersama BKPM, Kadin: Ini Sangat Membantu Perusahaan

4 hari lalu

Terbitkan Panduan Investasi Hijau Bersama BKPM, Kadin: Ini Sangat Membantu Perusahaan

Shinta menuturkan panduan investasi hijau dibuat atas kerja sama Kadin dengan Kementerian Investasi/BKPM.


Mendag Lepas Ekspor Tekstil PT Sritex Senilai USD 3,71 Juta: Bisa Masuk MURI

9 hari lalu

Mendag Lepas Ekspor Tekstil PT Sritex Senilai USD 3,71 Juta: Bisa Masuk MURI

Zulkifli Hasan melepas ekspor tekstil produksi PT Sritex Tbk ke sejumlah negara dengan nilai sebesar US$3,71 juta.


Beri Kuliah Umum ke Almamater di Papua, Bahlil Imbau Mahasiswa Jadi Pengusaha

14 hari lalu

Beri Kuliah Umum ke Almamater di Papua, Bahlil Imbau Mahasiswa Jadi Pengusaha

Menteri Investas Bahlil Lahadalia memberikan kuliah umum di almamaternya, STIE Port Numbay, Papua. Apa yang disampaikannya ke mahasiswa?


Tak Bisa Bahasa Inggris, Bahlil Ungkap Jurus Bisa Jadi Menteri Investasi

14 hari lalu

Tak Bisa Bahasa Inggris, Bahlil Ungkap Jurus Bisa Jadi Menteri Investasi

Bahlil Lahadalia mengungkap penyebab dirinya bisa ditunjuk Presiden Jokowi masuk ke Kabinet Indonesia Maju meski tak jago berbahasa Inggris.


Cerita Bahlil: BKPM Kecelakaan Tidak Dipimpin Lulusan Harvard hingga Jadi Kelinci Percobaan

15 hari lalu

Cerita Bahlil: BKPM Kecelakaan Tidak Dipimpin Lulusan Harvard hingga Jadi Kelinci Percobaan

Bahlil membagikan kisahnya sebagai tamatan Strata 1 (S1) STIE Port Numbay Jayapura yang kini menjabat sebagai pembantu presiden.


Bahli Pastikan Sejumlah Negara Tetap Komitmen Investasi di IKN: Gak Perlu Ada Keraguan

16 hari lalu

Bahli Pastikan Sejumlah Negara Tetap Komitmen Investasi di IKN: Gak Perlu Ada Keraguan

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia kembali memastikan sudah banyak negara yang berkomitmen membantu pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.


Kenaikan Harga BBM Lemahkan Daya Beli, Produsen Tekstil: Masyarakat Fokus Belanja Makanan

20 hari lalu

Kenaikan Harga BBM Lemahkan Daya Beli, Produsen Tekstil: Masyarakat Fokus Belanja Makanan

Sejumlah pengusaha tekstil khawatir keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), jenis Pertalite dan Solar.


Kemenhub: Kolaborasi Intensif Seluruh Pihak, Kunci Pelayanan Perizinan Usaha Lancar

22 hari lalu

Kemenhub: Kolaborasi Intensif Seluruh Pihak, Kunci Pelayanan Perizinan Usaha Lancar

Uji petik dilakukan di Kemenhub dan dinilai oleh Tim Penilai dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM).


Luhut: Investor Datang Menggebu-gebu ke Indonesia karena Mereka Melihat Data

36 hari lalu

Luhut: Investor Datang Menggebu-gebu ke Indonesia karena Mereka Melihat Data

Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa Indonesia sama sekali tidak kekurangan investor.


Zulkifli Hasan Lepas Ekspor Benang Poliester Senilai Rp 5,9 Miliar ke 5 Negara

42 hari lalu

Zulkifli Hasan Lepas Ekspor Benang Poliester Senilai Rp 5,9 Miliar ke 5 Negara

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melepas ekspor produk tekstil yaitu benang poliester senilai Rp 5,9 miliar ke lima negara tujuan.