Temui Kepala BKPM, Pengusaha Tekstil Usul Enam Rekomendasi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia usai konferensi pers di kantornya di Jakarta Selatan, Kamis, 31 Oktober 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Iwan Lukminto menyebutkan ada enam pokok rekomendasi yang disampaikan kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM Bahlil Lahadalia terkait dengan pengembangan industri tekstil.

 

"Enam pokok itu antara lain terkait raw material, market, komersial, sumber daya manusia, energi dan teknologi, serta lingkungan hidup," ujar Iwan di Kantor BKPM, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019. Setiap pokok rekomendasi tersebut nantinya akan diperinci untuk setiap Kementerian dan Lembaga terkait.

 

Iwan mengatakan industri semestinya memang memiliki suatu kemajuan. Kemajuan ini terkait dengan kementerian dan lembaga. "Sehingga kami punya suatu daya saing dan harapan bahwa industri ini adalah industri yang baik," kata dia.

 

Perkara-perkara yang dia sebut sebelumnya, tutur Iwan, adlah sesuatu yang harus diharmonisasi bersama. Karena itu nantinya setiap rekomendasi yang disampaikan itu adalah terkait bagaimana menjembatani semua itu. Kendati, ia tidak memperinci rekomendasi tersebut.

 

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan akan menggelar kembali pertemuan dengan para pengusaha tekstil guna mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi. Pada pertemuan hari ini, Bahlil mengatakan daya saing produk garmen menjadi topik pembicaraan.

 

Selama ini, sektor industri tersebut menjadi tumpuan ekspor dan maupun pemenuhan produksi dalam negeri. "Kita tahu akhir-akhir ini banyak produk dari luar Indonesia yang melakukan penetrasi yang sangat luar biasa sekali, sampai kemudian kalau cek di pasar-pasar maupun di Tanah Abang itu sudah susah kita mendapatkan made in Indonesia, made in negara lain aja kira kira begitu," ujar Bahlil.

 

Menurut dia, telah menjadi rahasia umum kalau bahwa produk garmen di Indonesia adalah hasil impor dari negara lain, terutama Cina. Karena itu, ia berujar perlu ada suplai produk dalam negeri sebagai substitusi impor.

 

"Itu bukan hanya kerja pengusaha, harus ada sinergi pengusaha dan pemerintah dan regulasi yang harus kasih adalah regulasi yang tidak memberatkan pengusaha. jika regulasi memberatkan maka tidak akan kompetitif," ujae Bahlil.

 

Dengan kondisi seperti itu, Bahlil mengatakan akan mencari solusinya dengan para pengusaha. Sehingga, harga produk lokal tak jauh berbeda dengan negara lain yang produknya diimpor ke Tanah Air.

 

Dari pertemuan itu, Bahlil telah mengambil beberapa kesimpulan untuk menyelesaikan permasalahn yang ada. Pertama, perlu ada revitalisasi pabrik di Tanah Air.

 

Selain itu, perlu ada bantuan penetrasi perbankan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. "Yang ketiga adalah negara harus hadir dalam membuat regulasi utk memudahkan mereka termasuk dengan keringanan pajak," tutur Bahlil.

 

CAESAR AKBAR






Terbitkan Panduan Investasi Hijau Bersama BKPM, Kadin: Ini Sangat Membantu Perusahaan

4 hari lalu

Terbitkan Panduan Investasi Hijau Bersama BKPM, Kadin: Ini Sangat Membantu Perusahaan

Shinta menuturkan panduan investasi hijau dibuat atas kerja sama Kadin dengan Kementerian Investasi/BKPM.


Mendag Lepas Ekspor Tekstil PT Sritex Senilai USD 3,71 Juta: Bisa Masuk MURI

9 hari lalu

Mendag Lepas Ekspor Tekstil PT Sritex Senilai USD 3,71 Juta: Bisa Masuk MURI

Zulkifli Hasan melepas ekspor tekstil produksi PT Sritex Tbk ke sejumlah negara dengan nilai sebesar US$3,71 juta.


Beri Kuliah Umum ke Almamater di Papua, Bahlil Imbau Mahasiswa Jadi Pengusaha

14 hari lalu

Beri Kuliah Umum ke Almamater di Papua, Bahlil Imbau Mahasiswa Jadi Pengusaha

Menteri Investas Bahlil Lahadalia memberikan kuliah umum di almamaternya, STIE Port Numbay, Papua. Apa yang disampaikannya ke mahasiswa?


Tak Bisa Bahasa Inggris, Bahlil Ungkap Jurus Bisa Jadi Menteri Investasi

14 hari lalu

Tak Bisa Bahasa Inggris, Bahlil Ungkap Jurus Bisa Jadi Menteri Investasi

Bahlil Lahadalia mengungkap penyebab dirinya bisa ditunjuk Presiden Jokowi masuk ke Kabinet Indonesia Maju meski tak jago berbahasa Inggris.


Cerita Bahlil: BKPM Kecelakaan Tidak Dipimpin Lulusan Harvard hingga Jadi Kelinci Percobaan

15 hari lalu

Cerita Bahlil: BKPM Kecelakaan Tidak Dipimpin Lulusan Harvard hingga Jadi Kelinci Percobaan

Bahlil membagikan kisahnya sebagai tamatan Strata 1 (S1) STIE Port Numbay Jayapura yang kini menjabat sebagai pembantu presiden.


Bahli Pastikan Sejumlah Negara Tetap Komitmen Investasi di IKN: Gak Perlu Ada Keraguan

16 hari lalu

Bahli Pastikan Sejumlah Negara Tetap Komitmen Investasi di IKN: Gak Perlu Ada Keraguan

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia kembali memastikan sudah banyak negara yang berkomitmen membantu pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.


Kenaikan Harga BBM Lemahkan Daya Beli, Produsen Tekstil: Masyarakat Fokus Belanja Makanan

20 hari lalu

Kenaikan Harga BBM Lemahkan Daya Beli, Produsen Tekstil: Masyarakat Fokus Belanja Makanan

Sejumlah pengusaha tekstil khawatir keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), jenis Pertalite dan Solar.


Kemenhub: Kolaborasi Intensif Seluruh Pihak, Kunci Pelayanan Perizinan Usaha Lancar

22 hari lalu

Kemenhub: Kolaborasi Intensif Seluruh Pihak, Kunci Pelayanan Perizinan Usaha Lancar

Uji petik dilakukan di Kemenhub dan dinilai oleh Tim Penilai dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM).


Luhut: Investor Datang Menggebu-gebu ke Indonesia karena Mereka Melihat Data

36 hari lalu

Luhut: Investor Datang Menggebu-gebu ke Indonesia karena Mereka Melihat Data

Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa Indonesia sama sekali tidak kekurangan investor.


Zulkifli Hasan Lepas Ekspor Benang Poliester Senilai Rp 5,9 Miliar ke 5 Negara

42 hari lalu

Zulkifli Hasan Lepas Ekspor Benang Poliester Senilai Rp 5,9 Miliar ke 5 Negara

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melepas ekspor produk tekstil yaitu benang poliester senilai Rp 5,9 miliar ke lima negara tujuan.