Menkominfo Minta TVRI Tak Lupa Tugas Utama Penyiaran Publik

Menkominfo Johnny G Plate saat mengikuti sidang kabinet pertama Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menanggapi ramai pemberitaan soal pemberhentian sementara Helmy Yahya sebagai Direktur Utama TVRI

Johnnya mengapresiasi Direksi TVRI saat ini sedang berupaya mendapatkan penonton yang banyak. "Itu baik. Tapi jangan lupa, TVRI dalam roadmaps-nya sebagai lembaga penyiaran publik," kata Johnny di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019.

Oleh karena itu, menurut Johnny, yang paling penting adalah membedakan TVRI dengan TV swasta. Ia menyatakan, seharusnya tugas-tugas televisi yang sudah bisa dilakukan pihak televisi swasta itu dilepas sepenuhnya ke pihak swasta.

Masyarakat, kata Johnny, saat ini melihat TVRI tak berbeda dengan menonton televisi swasta seperti Metro TV, Kompas TV ataupun TV One. Padahal, seharusnya TNRI bertugas lebih besar. "Sebagai lembaga penyiaran publik yang membutuhkan transmisi berita yang berhubungan dengan tugasnya sebagai lembaga penyiaran publik," ucapnya.

Johnny mengatakan saat ini sedang berkomunikasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Pengawas, dan Direksi TVRI, untuk menyelesaikan masalah secara internal dengan baik. "Setelah ramai-ramai, cooling down sedikit, lalu sekarang masa kontemplasi dulu. Mudah-mudahan satu dua hari ini kita bisa bertemu dan berdiskusi secara personal dlu lah," ujarnya.

Sebelumnya, nama Helmy Yahya ramai jadi pembicaraan publik setelah Dewas Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) memberhentikannya dari jabatan Direktur Utama TVRI. Keputusan itu berlaku sejak diterbitkannya SK Dewas Nomor 3 tahun 2019 pada rabu lalu. Latar belakang dikeluarkannya surat keputusan itu diduga terkait dengan penyelenggaraan perusahaan Televisi milik negara tersebut.

Salah seorang Anggota Dewas LPP TVRI, Maryuni Kabul Budiono, menuturkan keputusan untuk memberhentikan sementara Helmy Yahya telah berdasar pada pertimbangan yang kuat. “Ada beberapa catatan yang menurut kami sudah bisa dijadikan landasan untuk keluarnya surat pemberhentian itu, menyangkut penyelenggaraan LPP TVRI,” tutur dia, Kamis, 5 Desember 2019.

Sementara itu Helmy Yahya mengatakan pencopotan dirinya dari kursi Dirut LPP TVRI adalah cacat hukum dan tidak berdasar. Ia menilai dasar rencana pemberhentian Dewan Pengawas terhadap dirinya tidak memenuhi salah satu amanat dari PP no 13/2005 pasal 24 ayat 4 yang mengatur syarat diberhentikanya anggota dewan direksi sebelum masa masa jabatannya habis. “Tidak ditemukan satu ayat pun dalam PP itu yang menyatakan istilah penonaktifan atau sejenisnya,” tulisnya dalam surat tanggapan, Kamis, 5 Desember 2019.

Di dalam surat tanggapan itu pula, Helmy, menyatakan masih tetap menjadi Direktur Utama LPP TVRI yang sah periode tahun 2017-2022 bersama lima anggota direksi yang lain. Ia memastikan dirinya bakal tetap melaksanakan tugas sesuai ketentuan yang berlaku. “Saya tetap bekerja seperti biasa,” ucapnya.






Menkominfo Johnny G. Plate: Pemerintah Siapkan Akses Internet di 150.000 Fasilitas Umum Daerah 3T

4 hari lalu

Menkominfo Johnny G. Plate: Pemerintah Siapkan Akses Internet di 150.000 Fasilitas Umum Daerah 3T

Menkominfo, Johnny G. Plate ungkap bahwa Indonesia ikutserta dalam mencapai konektivitas universal, antara lain siapkan akses internet di daerah 3T.


Presidensi G20 Indonesia Dukung Smart Village dan Smart Island, Begini Penjelasannya

5 hari lalu

Presidensi G20 Indonesia Dukung Smart Village dan Smart Island, Begini Penjelasannya

Menkominfo Johnny G. Plate menyambut positif inisiatif Smart Village dan Smart Island, dalam kegiatan presidensi G20. Apakah pengertiannya?


Menkominfo: Memalsukan Data Pribadi Bisa Dipidana 6 Tahun atau Denda Rp 60 Miliar

12 hari lalu

Menkominfo: Memalsukan Data Pribadi Bisa Dipidana 6 Tahun atau Denda Rp 60 Miliar

Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi disiapkan untuk seluruh pihak yang memproses data pribadi masyarakat.


UU PDP Disahkan, Jhonny G. Plate: Tonggak Sejarah Kemajuan Perlindungan Data di Indonesia

12 hari lalu

UU PDP Disahkan, Jhonny G. Plate: Tonggak Sejarah Kemajuan Perlindungan Data di Indonesia

Pemerintah dan DPR RI telah mengesahkan legislasi primer yang menjadi payung hukum pertama perlindungan data pribadi di Indonesia, yakni UU PDP.


RUU Perlindungan Data Pribadi Disahkan, Johnny Plate: Penanda Era Baru Tata Kelola Data Pribadi

13 hari lalu

RUU Perlindungan Data Pribadi Disahkan, Johnny Plate: Penanda Era Baru Tata Kelola Data Pribadi

Menkominfo Johnny G. Plate, menyatakan disahkannya RUU Perlindungan Data Pribadi menandai era baru dalam tata kelola data pribadi masyarakat,


UU Perlindungan Data Pribadi Disahkan DPR, Menkominfo Sebut 8 Manfaat bagi Masyarakat

13 hari lalu

UU Perlindungan Data Pribadi Disahkan DPR, Menkominfo Sebut 8 Manfaat bagi Masyarakat

Menkominfo Johnny G. Plate mengungkapkan keuntungan dari disahkannya Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi hari ini.


Top 3 Tekno Berita Kemarin: Bjorka dan SIM Card Asing, Squirting, Vivo X90 Pro

13 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Kemarin: Bjorka dan SIM Card Asing, Squirting, Vivo X90 Pro

Top 3 Tekno Berita Kemarin, Senin 20 September 2022, dipuncaki artikel soal Menteri Plate, Bjorka dan jaminan keamanan SIM Card asing.


Jokowi Telah Kirimkan 15 Nama Calon Dewan Pengawas LPP TVRI ke DPR

13 hari lalu

Jokowi Telah Kirimkan 15 Nama Calon Dewan Pengawas LPP TVRI ke DPR

Johnny G. Plate mengatakan Presiden Jokowi telah mengirimkan 15 nama calon anggota dewan pengawas LPP TVRI ke DPR


Anies Siap Maju Capres, NasDem: Proses Penentuan Capres Masih Panjang

13 hari lalu

Anies Siap Maju Capres, NasDem: Proses Penentuan Capres Masih Panjang

Sekjen NasDem Johnny Gerrad Plate mengatakan partainya belum mengerucutkan satu nama capres meski Anies Baswedan sudah menyatakan kesiapannya.


Soal Anies Baswedan Siap Maju Capres, Sekjen Nasdem : Sekedar Calon Gampang, Bisa Menang Gak?

13 hari lalu

Soal Anies Baswedan Siap Maju Capres, Sekjen Nasdem : Sekedar Calon Gampang, Bisa Menang Gak?

Sekjen Nasdem Jhonnya G Plate menyatakan partainya tak mau buru-buru memutuskan nama Anies Baswedan sebagai calon presiden mereka.