Genjot Ekspor Produk dari 1.000 UKM, Kemendag Gandeng Bukalapak

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pembeli memilih makanan ringan di pusat oleh-oleh khas Brebes, Jawa Tengah, Jumat, 7 Juni 2019. Penjualan telur asin meningkat dari biasanya 1.000 butir menjadi 5.000 butir per hari. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Sejumlah pembeli memilih makanan ringan di pusat oleh-oleh khas Brebes, Jawa Tengah, Jumat, 7 Juni 2019. Penjualan telur asin meningkat dari biasanya 1.000 butir menjadi 5.000 butir per hari. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan menggandeng platform e-commerce Bukalapak untuk ikut membantu mendorong ekspor produk usaha kecil dan menengah atau UKM. Kerja sama keduanya menargetkan penjaringan 1.000 UKM untuk mengekspor produknya ke lima negara di Asia yakni Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Hong Kong, dan Taiwan.

    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan pihaknya akan terus mendukung lebih banyak pelaku usaha Indonesia melakukan ekspor melalui niaga elektronik atau e-commerce. Penjualan melalui teknologi diakui memudahkan para pelaku usaha UKM.

    "Dalam penggunaan e-commerce guna menjual produknya lebih banyak ke konsumen serta menjaring pasar yang lebih luas dengan biaya promosi yang lebih murah," kata Agus saat sambutan di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.

    Agus menuturkan, dalam perkembangan era digital segala hal dapat dimungkinkan dikendalikan dari segala tempat melalui jaringan internet hal ini semakin memudahkan mobilitas manusia dalam kegiatan sehari-hari termasuk dalam dunia bisnis.

    Dengan adanya niaga elektronik seperti Bukalapak ini, fenomena yang dapat dimanfaatkan untuk perkembangan ekonomi digital. "Melalui platform online dan diharapkan dapat membantu ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terjadi saat ini. Selain itu, diharapkan juga dengan program ini Indonesia mampu merebut pasar ekspor global," ujar Agus.

    Terkait potensi ekspor yang akan dicapai, Agus menuturkan harus menunggu tak kurang dari sebulan lagi untuk melihat dampak dari hasil kerja sama ini. "Iya nanti kita lihat, kan besok ada Harbolnas (Hari Belanja Nasional), nanti kita bagikan perkembangannya."

    Sementara itu, Presiden dan Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid menjelaskan bahwa ekspor dapat dilakukan melalui menu tambahan dalam aplikasi yang bernama BukaGlobal. Nantinya, masyarakat di lima negara tersebut dapat mengakses dan membeli produk dari Indonesia melalui fitur tersebut.

    "Inisiatif BukaGlobal ini baru dilakukan tahun 2019, di mana sekarang kalau sebelumnya masyarakat Indonesia saja yang bisa akses Bukalapak, maka dengan fitur BukaGlobal masyarakat di lima negara tadi bisa akses produk-produk dari Indonesia," katanya.

    Kemudian Fajrin menyinggung terkait pelatihan yang berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan untuk memberikan pembekalan seperti pemasaran yang baik, kemasan dalam  sebuah produk, teknik pengambilan gambar produk, dan masih banyak lainnya.

    "Ada UKM yang barangnya bagus tapi branding dan packaging, dan sebagainya belum. Kalau misalkan sudah berikutnya soal online itu sendiri. Bagaimana membuat foto produk yang bagus, bagaimana membuat deskripsi barang dan pricing yang menarik," ujar Fajrin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!