Tolak Ekspor Lobster, Susi ke Nelayan: Jangan Mau Dirugikan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Benih lobster yang akan diselundupkan di Jambi, 17 April 2019. Polisi berhasil mengagalkan upaya penyelundupan benis lobster senilai Rp 37 miliar. (Humas KKP)

    Benih lobster yang akan diselundupkan di Jambi, 17 April 2019. Polisi berhasil mengagalkan upaya penyelundupan benis lobster senilai Rp 37 miliar. (Humas KKP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyayangkan rencana pemerintah membuka keran ekspor benih lobster atau benur. Menurutnya biota laut tersebut mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi saat menjadi lobster bukan benur. 

    Nelayan, menurut dia, akan rugi jika menjual benih lobster. Karena itu ia meminta kepada nelayan untuk berpikir ulang jika berencana mengekspor benih lobster.

    "Nelayan enggak boleh bodoh atau kita akan dirugikan kalau itu dibiarkan," kata Susi disela makan malam yang diunggah di akun sosial media Instagram @susipudjiastuti, Selasa, 10 Desember 2019.

    Menjual benur memang lebih cepat dari lobster dewasa karena tidak memerlukan waktu pemeliharaan intensif. Susi menilai hasil ekspor benur tidak sepadan dengan resiko kerusakan ekosistem. Pasalnya, ekspor benur dalam jumlah besar mengancam kelangsungan hidup lobster di habitatnya.

    Susi menuturkan seekor lobster dewasa memiliki harga mahal. Misalnya satu kilogram biota laut yang siap santap dihargai tidak kurang dari Rp 800 ribu.  "Bibitnya diambil dan dijual hanya dengan harga 30 ribu saja, berapa rugi kita," tegas Susi.

    Susi mencontohkan mahalnya satu ekor lobster mutiara dewasa berbobot 400 gram, yakni bisa mencapai Rp 1 juta. Karena itu ia menyayangkan, biota laut jenis itu hanya dihargai Rp 300 ribu di negara Vietnam. "Kita jual ke vietnam hanya 300-350 ribu," ujarnya.

    Susi menunggah postingan soal benur untuk merepon rencana pemerintah yang akan membuka keran ekspor benih lobster. Postingan ini pun menuai dukungan dari para warganet.

    Salah satunya dari akun @rizkymarcha yang meminta Susi untuk terus bersuara lantang terkait kebijakan pemerintah tersebut. "Please say it louder Bu Susi," tulis akun itu.

    Kemudian netizen lain juga meminta agar nelayan harus pandai agar tidak dibodohi, dan ia juga mendukung apa yang dilakukan oleh Susi tersebut, serta mendoakan mantan menteri itu semoga selalu sehat.

    "Betul bu nelayan harus pandai dan berwawasan luas. Selamat berjuang bu semoga sehat terus barakallah bu," tulis akun @nellyherliyanti.

    Adapun netizen lain yang meminta agar Susi kembali menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. " Ayo donk buk jadi Menteri kelautan lagi," ucap akun @mayang_7178.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...