Jembatan Pulau Balang di Ibu Kota Baru Terhambat Akses Penghubung

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kedua kanan) bersama Anggota Komisi V DPR Ridwan Bae (kanan) melewati jembatan Rahabangga saat kunjungan kerja peninjauan banjir di Konawe, Sulawesi Tenggara, Kamis 20 Juni 2019. Komisi V DPR dan Kementerian PUPR mengidentifikasi jalan, jembatan, infrastruktur jalan dan hal strategis lainnya yang rusak akibat banjir di Sulawesi Tenggara. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kedua kanan) bersama Anggota Komisi V DPR Ridwan Bae (kanan) melewati jembatan Rahabangga saat kunjungan kerja peninjauan banjir di Konawe, Sulawesi Tenggara, Kamis 20 Juni 2019. Komisi V DPR dan Kementerian PUPR mengidentifikasi jalan, jembatan, infrastruktur jalan dan hal strategis lainnya yang rusak akibat banjir di Sulawesi Tenggara. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Balikpapan - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta pemerintah daerah berfokus membangun akses penghubung Jembatan Pulau Balang di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan rute jalan Balikpapan. Pembangunan akses penghubung di calon ibu kota baru ini masih menjadi kendala hingga sekarang.

    “Akses jalan penghubung dari Balikpapan butuh perhatian,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Balikpapan, Selasa 10 Desember 2019.

    Pembangunan akses penghubung yang mendekatkan jembatan dengan jalan raya Balikpapan ini disebut Basuki masih mengganjal. Penyelesaian proyek jalan penghubung senilai Rp 80 miliar ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. “Butuh teknis penanganan yang lebih baik, kolaborasi antara pemrov dan pemda,” ujar dia.

    Basuki pun meminta pemerintah daerah serius dalam penyelesaian pembangunan akses jalan penghubung ini. Apalagi pada saat bersamaan, Pemkab Penajam sudah menuntaskan pembangunan jalan akses yang sama di wilayahnya.

    Basuki mengatakan, pembangunan  Jembatan Pulau Balang senilai Rp 1,3 triliun sesuai agenda Kementerian PUPR. Proyek ini ditargetkan  segera diresmikan pada tahun 2020 mendatang.

    Proyek jembatan ini memasuki 71 persen tahap penyelesaian. dengan bentang panjang 804 meter, yang menyambungkan Balikpapan dengan Pulau Balang.  Sedangkan jembatan bentang pendek sudah terbangun sepanjang 167 meter, yakni menghubungkan Penajam – Pulau Balang.

     “Akses jalan total sepanjang 1.807 meter. Biaya pembangunan jembatan sebesar Rp 1,38 triliun,” tutur Basuki.

    Proyek Jembatan Pulau Balang ini sebenarnya sudah mulai bergulir sejak 2011 silam, di masa kepemimpinan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Jembatan Pulau Balang ini bakal menghubungkan Balikpapan – Penajam Paser Utara, yang dipisahkan perairan Teluk Balikpapan. Selama ini, masyarakat menggunakan transportasi kapal feri.

    Konstruksi Jembatan Pulau Balang tipe cable stayed ini terdiri dua bagian. Bentang utama dan bentang pendek akan menghubungkan Balikpapan – Pulau Balang – Penajam.

    Jembatan Pulau Balang dilengkapi teknologi mutakhir sensor pemantauan kesehatan konstruksi jembatan. Sensor structural health monitoring system (SHMS) ini seperti yang dipergunakan jembatan lain yaitu jembatan Suramadu (Jawa Timur), Soekarno (Manado), Merah Putih (Ambon), dan Musi IV (Palembang).

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Antisipasi Penyebaran Wabah Covid-19 Saat Maulid Nabi

    Untuk menekan penyebaran wabah Covid-19, pemerintah berupaya mencegah kerumunan dalam setiap kegiatan di masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan.