Kritik Tol Laut, Faisal Basri: Ceritanya Sudah Enggak Ada

Faisal Basri. TEMPO/Jati Mahatmaji

TEMPO.CO, Jakarta – Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, mengkritik implementasi program tol laut yang tak terlampau berdampak mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Pandangan itu ia sampaikan kala menjadi pembicara dalam dialog dengan para pakar di kantor Kementerian Keuangan, Selasa, 10 Desember 2019. 

Mengutip data sigi Badan Pusat Statistik, ia menuturkan, transportasi laut hanya menyumbang 0,3 persen dari keseluruhan pendapatan produk domestik bruto atau PDB. Angka ini jauh lebih rendah ketimbang kontribusi transportasi sisi darat dan udara. 

Menurut data yang sama, transportasi udara menyumbang kontribusi 1,6 persen terhadap PDB dan transportasi darat 2,4 persen. “Tol laut sudah enggak ada ceritanya. Ke mana kapalnya kita sudah enggak tahu,” ujar Faisal.

Padahal, tol laut adalah program yang digadang-gadang menjadi salah satu Nawa Cita Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada pemerintahan jilid pertamanya dulu untuk menghidupkan kembali sektor maritim. Pembiayaannya pun masih terus disubsidi oleh anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN. 

Faisal kemudian menilai program tol laut yang kurang moncer merupakan salah satu yang membuat Jokowi tak berselera lagi menggarap sektor maritim. “Pak Jokowi enggak pernah ngomong laut lagi. Pak Jokowi udah enggak selera lagi,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan sebelumnya mengklaim tol laut dapat melorotkan disparitas harga barang dan jasa, khususnya di bagian timur Indonesia. Karena dianggap perlu dilanjutkan, kementerian pun masih bakal menggelontorkan subsidi pada 2020 sebesar Rp 436 miliar. 

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan Wisnu Handoko beberapa waktu lampau mengatakan anggaran subsidi tol laut meningkat sekitar Rp 136 milar ketimbang tahun ini. "Anggaran tol laut tahun ini Rp 300 miliar. Awalnya Rp 222 miliar, tapi karena kita gunakan efisiensi dari berbagai sumber, jadi meningkat Rp 300 miliar," tuturnya awal November lalu. 

Kementerian Perhubungan meningkatkan nilai subsidi tol laut pada tahun depan lantaran bakal ada penambahan trayek tol laut. Wisnu berujar, pada 2020, pemerintah bakal memperluas rute tol laut menjadi 26 trayek.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, rute tol laut hingga akhir 2019 tercatat sebanyak 20 trayek.

 Sebanyak tujuh trayek dioperasikan oleh perusahaan pelat merah, yaitu lima trayek oleh PT Pelni Persero dan dua lainnya oleh PT ASDP Indonesia Fery. Sedangkan sisanya dilelang untuk swasta.

Untuk realisasi rute 2020, Wisnu mengatakan sebagian trayek akan dilelang kembali kepada swasta dan sisanya bakal dioperasikan oleh ASDP dan Pelni. Namun, ia belum merinci berapa jumlah trayek yang akan dibuka untuk lelang.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA






Terpopuler Bisnis: Tarif Ojek Online Naik per 10 September, Jokowi saat Bertemu Putin

29 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Tarif Ojek Online Naik per 10 September, Jokowi saat Bertemu Putin

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Rabu, 7 September 2022 di antaranya tentang kenaikan tarif ojek online mulai 10 September 2022.


Terkini Bisnis: Faisal Basri Sebut Kenaikan Harga BBM Fenomena Global, Cerita Jokowi Sulit Bicara dengan Putin

29 hari lalu

Terkini Bisnis: Faisal Basri Sebut Kenaikan Harga BBM Fenomena Global, Cerita Jokowi Sulit Bicara dengan Putin

Berita terkini bisnis hingga siang ini dimulai dari pernyataan ekonom senior UI Faisal Basri soal kenaikan harga BBM adalah fenomena global.


Sebut Kenaikan Harga BBM Fenomena Global, Faisal Basri: Arab Saudi pun Melakukannya

29 hari lalu

Sebut Kenaikan Harga BBM Fenomena Global, Faisal Basri: Arab Saudi pun Melakukannya

Faisal Basri menilai kenaikan harga BBM adalah fenomena global karena hampir semua negara, termasuk produsen besar minyak seperti Arab Saudi.


Terkini Bisnis: Timor Leste Disebut Bijak Urus BBM, Lion Air Kembali Terbang dari Bandara Halim

36 hari lalu

Terkini Bisnis: Timor Leste Disebut Bijak Urus BBM, Lion Air Kembali Terbang dari Bandara Halim

Ekonom Senior Universitas Indonesia, Faisal Basri menyarankan Pemerintah belajar mengelola BBM dari Timor Leste.


Terpopuler Bisnis: Faisal Basri Sebut Malaikat pun Akan Beli BBM Subsidi, Luhut Ajak Tanam Cabai untuk Jaga Inflasi

37 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Faisal Basri Sebut Malaikat pun Akan Beli BBM Subsidi, Luhut Ajak Tanam Cabai untuk Jaga Inflasi

Berita terpopuler bisnis pada Selasa, 30 Agustus 2022 dimulai dari pernyataan Faisal Basri soal malaikat pun akan membeli BBM subsidi.


Faisal Basri Sebut Timor Leste Lebih Bijak Urus BBM Ketimbang RI, Begini Penjelasannya

37 hari lalu

Faisal Basri Sebut Timor Leste Lebih Bijak Urus BBM Ketimbang RI, Begini Penjelasannya

Faisal Basri menyarankan kepada pemerintah untuk belajar mengelola bahan bakar minyak, termasuk BBM bersubsidi, dari negara tetangga Timor Leste.


Polemik BBM Subsidi, Faisal Basri Sebut Malaikat pun Beli Jika Harganya Lebih Murah

37 hari lalu

Polemik BBM Subsidi, Faisal Basri Sebut Malaikat pun Beli Jika Harganya Lebih Murah

Ekonom senior dari UI Faisal Basri blak-blakan menjelaskan penyebab mendasar kuota BBM subsidi selalu cepat habis dari tahun ke tahun.


Terpopuler Bisnis: Mantan Direktur PT Timah Meninggal di Hotel, Ongkos Candu Subsidi BBM Versi Ekonom

38 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Mantan Direktur PT Timah Meninggal di Hotel, Ongkos Candu Subsidi BBM Versi Ekonom

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Senin dimulai dari Surawardi ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di hotel.


Terkini Bisnis: Bansos BBM Disalurkan 1 September hingga Biaya Candu Subsidi BBM

38 hari lalu

Terkini Bisnis: Bansos BBM Disalurkan 1 September hingga Biaya Candu Subsidi BBM

Berita terkini dimulai dari bansos BBM akan mulai disalurkan ke masyarakat pada 1 September.


Terkini Bisnis: Saran Faisal Basri Soal Subsidi BBM, Upaya Menurunkan Harga Tiket Pesawat

38 hari lalu

Terkini Bisnis: Saran Faisal Basri Soal Subsidi BBM, Upaya Menurunkan Harga Tiket Pesawat

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Senin siang, 29 Agustus 2022 diantaranya saran ekonom Faisal Basri agar pemerintah berani menghapus subsidi BBM.