Luhut Menjawab Disebut Menteri Segala Urusan, Apa Katanya?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (kanan) berbincang dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat menghadiri Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Nurdiansah

    Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (kanan) berbincang dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat menghadiri Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara soal banyaknya komentar tentang dirinya yang dianggap mengurusi segala hal di Indonesia.

    Luhut mengatakan posisinya saat ini membawahi enam kementerian, yakni Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selain itu, pihaknya juga membawahi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

    Menurutnya, dalam mengurusi satu pekerjaan, perlu ada koordinasi lintas kementerian. Suatu program tidak bisa diambil sendiri oleh satu kementerian saja.

    "Jadi kalau orang bilang saya ngurusin semua, ya karena memang otak dia keliru sudah. Kalau kamu menyelesaikan satu, kamu harus koordinasi dengan kementerian yang lain," katanya, Selasa, 10 Desember 2019.

    Luhut mencontohkan dalam mengurusi LRT, ada sejumlah stakeholder yang harus dilibatkan, tidak hanya Kementerian Perhubungan saja. Contohnya Kementerian Keuangan dan pemerintah daerah.

    Lantaran pemda dan Kementerian Keuangan tidak berada di bawah koordinasinya, Luhut mengundang rapat bersama agar proyek tersebut dapat berjalan.

    "Jadi dibilang cawe-cawe, memang harus cawe-cawe kalau mau selesai, tapi untuk tugas pokok kami," katanya.

    Luhut menegaskan apabila ada sejumlah pihak yang masih mengomentari urusannya, agar langsung bertemu dan duduk bersama melakukan diskusi. Menurutnya, tidak masalah bila ada kritik.

    "Dia belum pernah bekerja, hanya baca-baca saja, enggak usah ngomong. Atau kalau tidak, saya undang datang, biar saya jelaskan seperti ini," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.