Survei BI: 53 Persen Perusahaan Enggan Berinvestasi pada 2020

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menyampaikan hasil-hasil Forum Pembiayaan Infrastruktur dalam konferensi pers Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Selasa 9 Oktober 2018. ICom/AM IMF-WBG//Nyoman Budhiana

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menyatakan survei internal BI terhadap investor atau pelaku ekonomi menunjukkan sebagian besar perusahaan masih enggan untuk melakukan investasi.

Deputi Gubernur Senior BI Dody Budi Waluyo mengatakan sebagian besar atau 53 persen perusahaan enggan berinvestasi pada 2020. Artinya hanya ada 47 persen perusahaan yang memilih untuk berinvestasi tahun depan.

"Dari 53 persen itu, sebagian besar memilih tidak melakukan investasi relatif karena melakukan penyehatan kondisi keuangan," ujar Dody di Gedung Bursa Efek, Jakarta Selatan, Selasa 10 Desember 2019.

Survei BI juga mencatat, alasan kedua yang paling banyak disampaikan sebagian besar yang memilih tidak berinvestasi ialah karena belum memiliki rencana ekspansi yang baru. Kemudian, alasan selanjutnya karena perusahaan melihat masih tingginya ketidakpastian ekonomi tahun depan.

Alasan selanjutnya, karena perusahaan melihat adanya pelemahan permintaan domestik. Kemudian disusul oleh terbatasnya sumber pembiayaan untuk ekspansi. Sedangkan paling buncit, perusahaan yang enggan melakukan investasi karena melihat adanya permintaan ekspor.

"Karena itu, kami dari BI berkeinginan untuk mendorong porsi perusahaan yang enggan untuk berinvestasi tersebut supaya lebih rendah lagi," kata Dody.

Dody menuturkan, perusahaan yang menyatakan faktor ketidakpastian sebagai alasan keengganan untuk berinvestasi masih berpeluang untuk didorong aktif berinvestasi. Sebab perusahaan itu bisa memberi pengaruh kepada investor atau perusahaan untuk melakukan kegiatan yang bukan bersifat investasi.

DIAS PRASONGKO






Menko Airlangga Klaim Hilirisasi Pertanian Berhasil Naikkan Nilai Ekspor

6 menit lalu

Menko Airlangga Klaim Hilirisasi Pertanian Berhasil Naikkan Nilai Ekspor

Airlangga Hartarto mengklaim berbagai indikator perekonomian nasional menguat di tengah risiko pelemahan ekonomi global.


Lepas Ekspor 1,2 Juta Produk Aluminium, Mendag: Kami Sudah Buatkan Jalan Tolnya

3 jam lalu

Lepas Ekspor 1,2 Juta Produk Aluminium, Mendag: Kami Sudah Buatkan Jalan Tolnya

Mendag Zulkifli Hasan melepas ekspor produk aluminium produksi PT Maspion Group sebanyak 22 kontainer ke enam negara.


Ancaman Resesi, Perencana Keuangan Sarankan Masyarakat Investasi Ketimbang Menabung

19 jam lalu

Ancaman Resesi, Perencana Keuangan Sarankan Masyarakat Investasi Ketimbang Menabung

Aidil mengatakan resesi akan membuat tabungan masyarakat di bank tergerus tingginya inflasi.


Luhut: Sektor Kelautan dan Perikanan RI Harus Masuk 5 Besar Ekspor Dunia

1 hari lalu

Luhut: Sektor Kelautan dan Perikanan RI Harus Masuk 5 Besar Ekspor Dunia

Luhut mengatakan laut Indonesia yang seluas 6,4 juta kilometer persegi dan berada di posisi geostrategis sangat menguntungkan.


Indonesia - Jepang Sepakati Kontrak Dagang Cangkang Kernel Kelapa Sawit Senilai USD 138,2 Dolar

1 hari lalu

Indonesia - Jepang Sepakati Kontrak Dagang Cangkang Kernel Kelapa Sawit Senilai USD 138,2 Dolar

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil komoditas cangkang kernel kelapa sawit.


Resesi Ekonomi Global, Apindo Ingatkan Kinerja Ekspor Indonesia Bakal Merosot

1 hari lalu

Resesi Ekonomi Global, Apindo Ingatkan Kinerja Ekspor Indonesia Bakal Merosot

Kalangan pengusaha tengah mempersiapkan perusahaan-perusahaannya menghadapi dampak resesi ekonomi global.


Kementerian Investasi Pastikan Larangan Ekspor Timah hingga Bauksit Dilakukan Bertahap

1 hari lalu

Kementerian Investasi Pastikan Larangan Ekspor Timah hingga Bauksit Dilakukan Bertahap

Jokowi sebelumnya menegaskan pemerintah terus menjalankan larangan ekspor barang tambang mentah.


Kompendium Bali Dorong Investasi Berkelanjutan, Bisa untuk Lawan yang Gugat RI di WTO?

1 hari lalu

Kompendium Bali Dorong Investasi Berkelanjutan, Bisa untuk Lawan yang Gugat RI di WTO?

Pertemuan tingkat menteri bidang perdagangan, investasi, dan industri di Bali pada 22-23 September 2022 menghasilkan kesepakatan baru yaitu Bali Compendium (Kompendium Bali), yang terdiri atas lima poin.


Kaesang, Youtuber Kevin Hendrawan dan Samuel Sekuritas Luncurkan Saham Rakyat Pro

2 hari lalu

Kaesang, Youtuber Kevin Hendrawan dan Samuel Sekuritas Luncurkan Saham Rakyat Pro

Kaesang Pangarep, Youtuber Kevin Hendrawan dan PT Samuel Sekuritas meluncurkan aplikasi Saham Rakyat versi pro.


Ancaman Resesi Global, RI Dianggap Bisa Ambil Peluang Tarik Investor

2 hari lalu

Ancaman Resesi Global, RI Dianggap Bisa Ambil Peluang Tarik Investor

Apindo meminta pemerintah menciptakan kebijakan fiskal dan makro prudential yang responsif untuk menanggulangi dampak resesi global.