Meleset dari Target, Apindo Prediksi Ekonomi Tumbuh 5,1 Persen

Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 mencapai 5,3 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2019 hanya berkisar 4,95 persen hingga 5,1 persen. Angka ini lebih kecil dari target pemerintah semula yang mencanangkan pertumbuhan sebesar 5,2 persen.

Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan kondisi ini dipengaruhi oleh posisi defisit neraca dagang dan realisasi pertumbuhan kuartal III. "Pada Q-3 (kuartal III), Indonesia hanya tumbuh 5,02 persen," katanya di kantor Apindo, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Desember 2019.

Adapun defisit neraca dagang saat ini terpapar oleh melemahnya kinerja ekspor Indonesia. Indonesia, kata dia, terlampau tergantung pada ekspor komoditas mentah, khususnya kelapa sawit dan batu bara. Padahal, pada tahun ini, ekspor dua komoditas itu tercatat melemah.

Data Badan Pusat Statistik atau BPS merekam, dua komoditas tersebut berkontribusi menurunkan nilai ekspor Indonesia menjadi US$ 139,11 juta atau menurun dari tahun lalu yang mencapai US$ 150,87.

Selain itu, Shinta menyebut perkembangan sektor industri manufaktur yang tak terlampau moncer juga menjadi pendorong melemahnya pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, industri manufaktur dalam negeri masih bergantung pada impor bahan baki dan barang modal.
"Kondisi ini juga menyebabkan melebarnya defisit neraca dagang," ujarnya.

Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang tak terlampau cerah dapat berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, kondisi kesejahteraan masyarakat akan stagnan alias tidak meningkat atau tumbuh tapi terbatas.

Meski demikian, Haryadi mengatakan masih ada harapan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,1 persen ke atas. Salah satunya dengan pengefektifan omnibus law yang bakal memberikan kepastian terhadap investor. "Bila undang-undang cipta lapangan kerja (salah satu poin yang dibahas dalam Omnibus Law) berjalan, semua aspek akan lancar," ujarnya.

Bank Dunia atau World Bank sebelumnya telah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh 5 persen tahun ini. Angka itu dikoreksi setelah pada April 2019 lalu World Bank memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,1 persen.






Riza Patria: Usulan Pengaturan Jam Kerja Masih DIbahas

1 hari lalu

Riza Patria: Usulan Pengaturan Jam Kerja Masih DIbahas

Polda Metro Jaya mengusulkan ada pengaturan jam kerja karyawan di DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan


71 Tewas Saat Perahu Pembawa Migran dari Lebanon Tenggelam

3 hari lalu

71 Tewas Saat Perahu Pembawa Migran dari Lebanon Tenggelam

Perahu pembawa migran tenggelam. Mereka hendak ke Eropa setelah ekonomi Lebanon runtuh.


Kadin Minta Hilirisasi Timah Dilakukan Secara Bertahap

3 hari lalu

Kadin Minta Hilirisasi Timah Dilakukan Secara Bertahap

Presiden Jokowi berencana menghentikan ekspor timah untuk mengembangkan industri hilir timah di dalam negeri sehingga memiliki nilai tambah.


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

4 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


RI Akan Perkuat Hubungan Dagang dengan Arab Saudi Melalui CEPA

4 hari lalu

RI Akan Perkuat Hubungan Dagang dengan Arab Saudi Melalui CEPA

Menteri Zulkifli Hasan akan memulai perundingan CEPA antara Indonesia dan Arab Saudi sebagai bentuk upaya mendorong hubungan dagang dua negara.


Inilah 5 Alasan Mengapa Negara Perlu Berutang

4 hari lalu

Inilah 5 Alasan Mengapa Negara Perlu Berutang

Berbagai negara dari yang berkembang hingga maju pun memiliki utang. Lantas yang menjadi pertanyaan, mengapa suatu negara perlu untuk berutang?


Suku Bunga Naik jadi 4,25 Persen, BI Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi dengan Cara Apa?

4 hari lalu

Suku Bunga Naik jadi 4,25 Persen, BI Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi dengan Cara Apa?

Keputusan bank sentral menaikkan suku bunga acuan BI menjadi 4,25 persen dipastikan sebagai salah satu bauran kebijakan untuk menjaga pertumbuhan.


Kementan dan Bank Dunia Bangun Pertanian Berketahanan Iklim

5 hari lalu

Kementan dan Bank Dunia Bangun Pertanian Berketahanan Iklim

Bank Dunia diharapkan terus membantu mewujudkan sistem pertanian dan pangan nasional yang tangguh.


Kadin Desak Pemerintah Bikin Kajian Sebelum Jokowi Stop Ekspor Timah

5 hari lalu

Kadin Desak Pemerintah Bikin Kajian Sebelum Jokowi Stop Ekspor Timah

Jokowi sebelumnya menegaskan pemerintah terus menjalankan larangan ekspor barang tambang mentah, termasuk timah.


PT Bukit Asam Ekspor Ratusan Ton Batu Bara ke Italia, Jajaki Peluang di Pasar Eropa

6 hari lalu

PT Bukit Asam Ekspor Ratusan Ton Batu Bara ke Italia, Jajaki Peluang di Pasar Eropa

PT Bukit Asam (Persero) Tbk menjajaki pasar Eropa untuk ekspor batu bara.