Soal Kilang, Jokowi: 34 Tahun Kita Gak Bisa Bangun, Kebangetan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan sambutan disaksikan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) Megawati Soekarnoputri saat Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi memberikan sambutan disaksikan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) Megawati Soekarnoputri saat Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, JakartaPresiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama dan Nicke Widyawati, segera merealisasikan pembangunan kilang minyak. Ia meminta para petinggi perusahaan energi pelat merah itu mengawal betul perkembangan proyek tersebut dan melaporkannya.

    Dengan demikian, Jokowi bisa mengikuti progress-nya sudah sampai ke mana. "Itu harus, masak 34 tahun kita enggak bisa bangun, kebangetan," ujar dia di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.  Itu adalah salah satu arahan Jokowi kala bertemu dengan para petinggi Pertamina di Istana Negara kemarin.

    Secara umum, Jokowi mengatakan pertemuannya dengan Ahok dan Nicke membicarakan urusan yang berhubungan dengan impor minyak dan gas. Misalnya saja, agar Ahok dan Nicke bisa memberantas mafia migas. "Itu ke situ larinya," katanya.

    Lainnya, ia menginginkan Ahok dan Nicke menurunkan impor migas dan menggenjot lifting migas. Sehingga, ke depannya defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan bisa diturunkan.

    Untuk itu, Jokowi pun meminta penggunaan bahan bakar dengan campuran sawit, yaitu B20 dan B30 dikawal betul-betul dilaksanakan dan dikawal ketat. Sehingga impor minyak ke Tanah Air pun bisa turun. Di samping itu, hal yang perlu dikawal, menurutnya adalah pembangunan kilang minyak. "Intinya mereka menyanggupi," ujar dia.

    Sebelumnya, Nicke Widyawati bersama Ahok melaporkan kepada Presiden Joko Widodo terkait kesiapan implementasi B30 (solar dengan campuran minyak kelapa sawit sebesar 30 persen). "Tadi kami sampaikan ke Pak Presiden kesiapan untuk penerapan B30, jadi kami akan jalankan," kata Nicke di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.

    Nicke mengatakan bahwa Pertamina sudah siap menerapkan B30 di Terminal BBM (TBBM) dan semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Selain penerapan B30, Nicke juga melaporkan perkembangan kilang dan petrokimia, khususnya pabrik-pabriknya di beberapa lokasi. Ia juga melapor kepada Jokowi mengenai digitalisasi SPBU untuk memonitor penyaluran BBM subsidi.

    Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan bahwa penggunaan B30 bisa mengurangi impor minyak. Dalam beberapa kesempatan, ia selalu mengatakan jika impor minyak dan gas menjadi penyumbang terbesar defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.