Rupiah Menguat Mendekati Rp 14.000 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa 10 Desember 2019 pagi bergerak positif. Rupiah menguat hingga mendekati level Rp14.000 per dolar AS.

    "Dalam perdagangan Selasa ini, kurs rupiah kemungkinan masih akan menguat terbatas," kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa.

    Ibrahim memperkirakan kurs rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.990 per dolar AS hingga Rp14.040 per dolar AS.

    Adapun pada pukul 10.07 WIB kurs rupiah bergerak menguat empat poin atau 0,03 persen menjadi Rp14.006 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.010 per dolar AS.

    Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa ini menunjukkan kurs rupiah menguat menjadi Rp14.004 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.021 per dolar AS.

    Seiring dengan posisi nilai tukar rupiah ini, Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2020 berkisar 5,1-5,5 persen. Sedangkan proyeksi pertumbuhan pada tahun 2019 mencapai 5,1 persen.

    Namun Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 akan sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang sebesar 3,1 persen. Artinya, pertumbuhan ekonomi dunia lebih tinggi dibanding tahun 2019 sebesar 3 persen.

    Menurut Bank Indonesia, penopang pertumbuhan ekonomi tahun depan masih mengandalkan konsumsi rumah tangga. Karena dengan kondisi ekonomi global dan perang dagang yang masih terjadi, membuat konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah tetap menjadi andalan.

    Bank Indonesia juga memperkirakan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada akhir 2019 surplus sebesar US$ 1,5 miliar, atau lebih baik dibandingkan tahun 2018 yang mencatatkan defisit US$ 7,1 miliar.

    Pada kuartal IV 2019, Bank Indonesia melihat arus modal asing yang masuk kian deras. Parameternya, pada Oktober dan November 2019 cadangan devisa bergerak relatif stabil dengan total nilai pada bulan November menjadi US$ 126,6 miliar.

    Di sisi lain, Bank Indonesia kembali akan menerapkan kebijakan ekonomi akomodatif pada tahun 2020. Salah satunya adalah dengan membuka peluang kembali menurunkan suku bunga acuan pada tahun 2020. Langkah penurunan suku bunga sudah diperhitungkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa ini juga menunjukkan bahwa rupiah menguat menjadi Rp14.004 per dolar AS. Sehari sebelumnya, rupiah terpantau masih di posisi Rp14.021 per dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.