Libur Natal dan Tahun Baru, Ada 8,9 Juta Kursi Pesawat Tersedia

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang turun dari pesawat di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 20 Desember 2018. PT Angkasa Pura II memperkirakan terjadi lonjakan penumpang pesawat pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2019 mencapai 7,6 juta penumpang, atau naik 10,5 persen. ANTARA

    Sejumlah penumpang turun dari pesawat di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 20 Desember 2018. PT Angkasa Pura II memperkirakan terjadi lonjakan penumpang pesawat pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2019 mencapai 7,6 juta penumpang, atau naik 10,5 persen. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan mencatat 8,9 juta kursi penerbangan bakal tersedia untuk masa angkut Natal dan tahun baru tahun ini. Jumlah itu sudah termasuk tambahan penerbangan atau extra flight yang telah diajukan maskapai kepada regulator.

    “Kami mendata ada 222 extra flight yang diajukan oleh maskapai dan telah disetujui. Ditambah penerbangan reguler, total kursi mencapai 8,9 juta dengan estimasi penumpang 5,3 juta,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti di kantornya, Senin, 9 Desember 2019.

    Dari total extra flight yang telah terdaftar di Kementerian Perhubungan, maskapai tercatat membuka layanan tambahan ke sejumlah rute dengan pergerakan penumpang tinggi. Di antaranya Jakarta-Bali, Jakarta-Bangka Belitung, Jakarta-Surabaya, Kualanamu-Singapura, Bali-Korea Selatan, Jakarta-Kuala Lumpur, dan Bali-Kuala Lumpur.

    Adapun periode masa angkut untuk liburan mendatang akan berlangsung pada 20 Desember hingga 5 Januari. Selama 16 hari, Polana mengatakan ada 12 perusahaan maskapai penerbangan angkutan niaga berjadwal dan propeler yang siap melayani penumpang.

    Seluruhnya adalah Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, Citilink, Batik Air, Susi Air, Air Asia, Sriwijaya Air, Nam Air, Trigana Air, Trans Nusa, dan Express Air. Menurut Polana, total pesawat yang disediakan 12 perusahaan maskapai untuk angkutan selama Natal dan tahun baru kali ini mencapai 495 unit.

    Polana berharap seluruh maskapai dapat melayani penumpang dengan optimal dan mencapai on time performance atau OTP di atas 80 persen.

    Untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara   berencana membuka posmo pemantauan yang tersebar di 38 bandara domestik dan tujuh bandara internasional. “Kamu juga akan melaksanakan ramp inspection, baik untuk armada, personel, sarana dan prasarana, serta prosedur,” ujar Polana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.