Sri Mulyani: Tugas Paling Berat KPK Adalah Mengubah Mindset

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 22 Oktober 2019. Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menunjuk Sri Mulyani Indrawati sebagai menjabat Menteri Keuangan periode 2019 - 2024. TEMPO/Subekti.

    Sri Mulyani tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 22 Oktober 2019. Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menunjuk Sri Mulyani Indrawati sebagai menjabat Menteri Keuangan periode 2019 - 2024. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai tugas paling berat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah mengubah pola pikir pencegahan korupsi di masyarakat. Dari masyarakat yang didominasi ketakutan dan kekhawatiran, menjadi masyarakat yang berbasis kepercayaan.

    "Kalau didominasi oleh ketakutan, apalagi sampai merasa ini adalah ancaman, maka seluruh sistem akan ikuti tone seperti itu," kata Sri Mulyani di depan pimpinan KPK dalam acara Hari Anti Korupsi Sedunia di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin, 9 Desember 2019.

    Menurut Sri Mulyani, sistem pencegahan korupsi yang didominasi oleh ketakutan tersebut hanya akan menghasilkan biaya yang tinggi. "Itu pasti dari sisi ekonomi menjadi beban yang luar biasa," kata dia.

    Upaya ini sebenarnya telah dimulai dengan kerja sama antara Kemenkeu dan KPK. 28 November 2019, KPK dan Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu menjalin kerja sama dalam upaya peningkatan pencegahan korupsi sekaligus mengoptimalkan penerimaan pajak.

    Dalam acara ini, Sri Mulyani pun menegaskan bahwa dalam birokrasi, dirinya tetap percaya upaya membangun sistem yang bersih itu harus berkelanjutan. "Gak bisa cuma sekali. namun kita terus menerus," kata dia.

    Sri Mulyani juga percaya, masih banyak pejabat negara atau PNS yang memiliki integritas yang baik. Jumlahnya dinilai mencapai 97,5 persen.

    Oleh karena itu, ia mengajak KPK untuk memenangkan orang-orang yang baik ini, bukan mencurigai mereka. "Mereka harus percaya bahwa, sistem yang menjaga saya karena sebetulnya, saya memang ingin jadi orang baik, menjadi pejabat baik," ujar Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!