Erick Thohir: Mudah Ganti Direksi, Sulit Angkat Citra Garuda

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menteri BUMN Erick Thohir saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir mengaku tak kesulitan mencopot direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. yang terlibat kasus penyelundupan. "Tapi mengangkat kembali citra Garuda setelah ada kasus juga soal pembelian pesawat yang sudah ditangkap. Citra Garuda sangat berat," kata Erick kepada Tempo di Kementerian BUMN, Sabtu, 7 Desember 2019.

    Citra maskapai pelat merah yang memburuk karena adanya sejumlah kasus, menurut Erick, salah satunya berimbas kepercayaan publik dan terlihat pada kinerja harga saham perusahaan. "Lihat saja harga saham Garuda turun," ucapnya.

    Bloomberg mencatat, sejak perdagangan Selasa pekan lalu, saham berkode GIAA itu terus terkoreksi secara berturut-turut hingga penutupan perdagangan Jumat, 6 Desember 2019. Saham GIAA tercatat melemah secara berturut 2,78 persen, 4,76 persen, 0,8 persen, dan 2,42 persen.

    Harga saham GIAA merosot dari Rp 540 per saham pada perdagangan Senin pekan lalu menjadi Rp 484 per saham. Sepanjang tahun berjalan, saham GIAA memberikan telah memberikan return positif 62,42 persen.

    Oleh karena itu, ke depan, kata Erick, harus ada perubahan model bisnis dalam perusahaan pelat merah itu agar lebih sehat dan bagus. Salah satunya dengan membuat Citilink dan Garuda bisa bersaing secara sehat. "Karena Citilink punya target market yang jelas, Garuda punya target market yang jelas. Tetapi Garuda harus lebih ramping."

    Terkait perubahan model bisnis maskapai itu, Erick menyatakan bakal pengkajian secara profesional. Review itu tidak hanya pergantian direksi, tapi juga terkait bisnis model maskapai. Misalnya, Garuda akan berfokus di pasar Asia dan Indonesia saja.

    Sebelumnya Erick sebelumnya mengumumkan pencopotan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara lantaran terlibat kasus kargo gelap. Ari diketahui menjadi pemilik kargo gelap berupa motor Harley Davidson yang diselundupkan dari Prancis menuju Jakarta. Bea dan Cukai Soekarno-Hatta menyita benda itu di hanggar Garuda Maintenance Facility pada 17 November lalu.

    Menyusul hal itu, Komisaris Utama Garuda Sahala Lumban Gaol mengatakan seluruh direksi Garuda yang terlibat kargo gelap dinonaktifkan. Hal itu kata dia, sudah disepakati oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir dan seluruh komisaris Garuda.

    "Kami memutuskan memberhentikan sementara waktu semua anggota direksi yang terindikasi terlibat langsung maupun tidak langsung dalam kasus dugaan penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Bromton dalam penerbangan seri flight GA Airbus A330-900 NEO yang datang dari Prancis 17 November 2019 di Bandara Soekarno Hatta," kata Sahala di Kementerian BUMN, Jakarta, Sabtu, 7 Desember 2019.

    Dia mengatakan penghentian itu akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yg berlalu bagi perusahaan terbuka. Selanjutnya Komisaris menetapkan Fuad Rizal Pelaksana Tugas atau Plt. Direktur Utama Garuda di samping melaksanakan tugasnya sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.