Luhut Sebut Ekonomi Berbasis Syariah RI Masih Sangat Besar

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan potensi keuangan syariah di Indonesia masih sangat besar. "Tadi kan saya bilang potensi syariah itu mencapai tiga triliun dolar. Kita baru dapat berapa persen, kecil," tuturnya di Swissotel, Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Ahad, 8 Desember 2019.

    Di sisi lain, Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim yang besar di dunia. Saat ini penduduk muslim dunia mencapai 1,84 miliar orang dan akan mencapai sekitar 27,5 persen jumlah populasi dunia pada 2030.

     

    Adapun dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pasar keuangan syariah dunia pada 2023 ditargetkan mencapai US$ 3 miliar. Sementara per hari ini baru US$ 460 juta.

    "Dan kalau kita lihat di Indonesia ini masih sangat tertinggal, hanya 10 persen dari keuangan kita, ekonomi kita, yang basisnya syariah. Bandingkan dengan Arab Saudi dengan 51 persen atau Malaysia 23 persen," tutur Airlangga.

    Sementara, jumlah lembaga keuangan syariah di Tanah Air antara lain 34 bank syariah dan 58 takaful atau asuransi. Sehingga, ruang berkembangnya masih sangat besar.

    Dengan daya tarik yang besar akan potensi ekonomi syariah di Indonesia itu pula, Luhut optimistis kawasan Pusat Keuangan Syariah Internasional, khususnya Menara Syariah, nantinya akan diminati oleh pelaku ekonomi syariah. Apalagi, pemerintah akan mengeluarkan Omnibus Law guna memacu investasi di Tanah Air.

    "Pasti akan banyak sekali (yang akan mengisi). Dengan adanya Omnibus Law akan banyak sekali," ujar Luhut. Belum lagi, kata dia, kalau melihat peluang pasar keuangan syariah Tanah Air yang masih bisa berkembang lagi ke depannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...