Penambang Khawatirkan Dampak Larangan Ekspor Bijih Nikel

Reporter

Tambang nikel PT Aneka Tambang di Pulau Pakal, Halmahera Timur, Maluku Utara, September 2018.

TEMPO.CO, Jakarta - Penambang mengkhawatirkan kebijakan pemerintah melarang ekspor bijih nikel pada 2020 akan membuat jenis berkadar rendah bakal ditumpuk oleh industri smelter di Indonesia.

"Kami khawatir bijih (ore) kadar rendah 1,4 persen - 1,5 persen akan ditumpuk karena industri smelter di Indonesia hanya dapat mengolah ore berkadar 1,8 persen ke atas, sedangkan kadar 1,7 persen terkadang diterima kadang ditolak," kata penambang asal Sulawesi, Zaldy Layata dalam diskusi mengenai nikel di Jakarta, Sabtu, 7 Desember 2019.

Zaldy mengatakan pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan smelter-smelter domestik untuk persiapan Januari 2020. Untuk itu, Zaldy sudah mulai memproduksi kadar tinggi (high grid) agar dapat diserap smelter domestik.

"Biasanya kami 'kawinkan' ore nikel berkadar 1,5 persen dengan ore nikel berkadar 1,9 persen hingga dapat menghasilkan kadar 1,7 persen, atau 'kawinkan' ore nikel berkadar 1,6 persen dengan ore nikel berkadar 1,9 persen hingga dapat menghasilkan kadar 1,8 persen," kata Zaldy.

Secara terpisah, Wahyudi Agus selaku Penanggung Jawab Teknik dan Lingkungan smelter asal Sulawesi Tenggara, PT Virtue Dragon Nickel, menjelaskan bahwa ore kadar rendah bisa saja diolah. Namun diperlukan proses tambahan untuk mengolahnya.

Menurut dia, kadar barang yang masuk dari penambang belum tentu sesuai yang diharapkan sehingga pihaknya perlu melakukan blending untuk pendekatan (kadar nikel) seperti yang diinginkan dari sisi metalurgi.

"Kendalanya di situ untuk proses produksi, karena harus dipertimbangkan juga outputnya. Jadi bukan tidak bisa (diolah), tapi costnya lebih tinggi. kalau Ore dengan kandungan nikel sebesar 1,8 persen masih masuklah. Kandungan nikel di bawah itu nanti akan kami blending. Kalau kandungannya di bawah 1,75 persen ya tetap diblending. Kadar nikel yang biasanya dihasilkan setelah diolah sekitar 10-13 persen,” ujar Wahyudi.

Sementara itu, Deputy Director PT Trinitan Metals and Minerals, Tbk, Andika Vidiarsa mengatakan teknologi untuk mengolah ore nikel kadar rendah bahkan bahkan sampai kadar 1 persen sekalipun sudah tersedia tinggal dimanfaatkan saja.

Andika menjelaskan terdapat keterkaitan antara teknologi yang dimiliki smelter dengan biaya produksinya.

Menurut dia, jika smelter memiliki teknologi yang mumpuni, maka biaya produksi akan semakin efisien.

Dia mengatakan teknologi smelter di Indonesia sudah mampu mengolah ore nikel kadar rendah secara efisien dan ramah lingkungan.

"Kalau teknologinya belum ada ya memang perlu dilakukan proses blending sehingga biaya produksi cenderung tinggi. Selain itu, klasifikasi ore kadar rendah juga ada macam-macam jenisnya. Di sini sudah tersedia teknologi yang mampu mengolah ore kadar rendah hingga jenis yellow lemonite, yaitu ore dengan kadar 1 persen - 1,5 pesren. Maka kami tidak perlu melakukan proses blending untuk mengolah ore kadar rendah," kata Andika.

ANTARA






Bahlil Sebut Bali Compendium Jadi Senjata RI Lawan Gugatan di WTO

3 jam lalu

Bahlil Sebut Bali Compendium Jadi Senjata RI Lawan Gugatan di WTO

Bahlil menuturkan Indonesia tidak akan mundur sedikit pun untuk melawan gugatan di WTO.


Kadin Minta Hilirisasi Timah Dilakukan Secara Bertahap

3 hari lalu

Kadin Minta Hilirisasi Timah Dilakukan Secara Bertahap

Presiden Jokowi berencana menghentikan ekspor timah untuk mengembangkan industri hilir timah di dalam negeri sehingga memiliki nilai tambah.


RI Akan Perkuat Hubungan Dagang dengan Arab Saudi Melalui CEPA

4 hari lalu

RI Akan Perkuat Hubungan Dagang dengan Arab Saudi Melalui CEPA

Menteri Zulkifli Hasan akan memulai perundingan CEPA antara Indonesia dan Arab Saudi sebagai bentuk upaya mendorong hubungan dagang dua negara.


Kadin Desak Pemerintah Bikin Kajian Sebelum Jokowi Stop Ekspor Timah

5 hari lalu

Kadin Desak Pemerintah Bikin Kajian Sebelum Jokowi Stop Ekspor Timah

Jokowi sebelumnya menegaskan pemerintah terus menjalankan larangan ekspor barang tambang mentah, termasuk timah.


PT Bukit Asam Ekspor Ratusan Ton Batu Bara ke Italia, Jajaki Peluang di Pasar Eropa

6 hari lalu

PT Bukit Asam Ekspor Ratusan Ton Batu Bara ke Italia, Jajaki Peluang di Pasar Eropa

PT Bukit Asam (Persero) Tbk menjajaki pasar Eropa untuk ekspor batu bara.


Jokowi Resmikan Tol Cibitung-Cilincing dan Tol Serpong - Balaraja Seksi I

6 hari lalu

Jokowi Resmikan Tol Cibitung-Cilincing dan Tol Serpong - Balaraja Seksi I

Jokowi hari ini meresmikan dua ruas tol baru. Selain mempercepat mobilitas barang, jalan tol ini diyakini bakal mengurangi kemacetan di Jakarta.


Sumbangan UMKM ke Ekspor Nonmigas Hanya 15,7 Persen, Kemenkop Targetkan 17 Persen dii 2024

8 hari lalu

Sumbangan UMKM ke Ekspor Nonmigas Hanya 15,7 Persen, Kemenkop Targetkan 17 Persen dii 2024

Kontribusi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terhadap ekspor nonmigas baru sekitar 15,7 persen


28 Bulan Perdagangan Surplus, Airlangga: Penanganan Ekonomi di Jalur Tepat

9 hari lalu

28 Bulan Perdagangan Surplus, Airlangga: Penanganan Ekonomi di Jalur Tepat

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim penanganan ekonomi oleh pemerintah saat ini sudah di jalur yang tepat.


Ekspor Kembali Tembus Rekor Tertinggi, Zulhas: Kemendag Akan Terus Jaga Momentum

9 hari lalu

Ekspor Kembali Tembus Rekor Tertinggi, Zulhas: Kemendag Akan Terus Jaga Momentum

Zulhas menjelaskan nilai ekspor per Agustus 2022 memecahkan rekor sebelumnya yang dicapai pada April 2022 lalu, yaitu sebesar US$ 27,32 miliar.


Hingga Agustus, Ekspor Pertanian Sudah 3 Miliar Dolar AS

10 hari lalu

Hingga Agustus, Ekspor Pertanian Sudah 3 Miliar Dolar AS

Secara kontribusi, sektor pertanian berada pada posisi ketiga, setelah sektor industri dan tambang.