Bank Indonesia: Transaksi Non Tunai Atasi Kebocoran Anggaran

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi atau logo Bank Indonesia (BI). Dok. TEMPO/ Dinul Mubarok

    Ilustrasi atau logo Bank Indonesia (BI). Dok. TEMPO/ Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Batusangkar - Penerapan transaksi non tunai oleh pemerintah daerah dinilai dapat mendorong peningkatan pendapatan asli daerah serta menekan kebocoran pemasukan. 

    "Dari pengalaman yang ada ketika pemda menerapkan sistem pembayaran non tunai pendapatan daerahnya langsung meningkat," kata Wahyu Purnama Kepala Bank Indonesia perwakilan Sumbar di Batusangkar, pada diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi dan Kajian Pariwisata Sumatera Barat, Sabtu 7 Desember 2019

    Sejumlah negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kata dia, transaksi non tunai berkembang pesat seperti di India dan China.

    "Selain itu dengan penerapan transaksi non tunai maka peredaran uang palsu bisa ditekan dan biaya untuk mencetak uang kartal berkurang karena tidak perlu lagi mencetak uang dalam jumlah banyak," kata dia.

    Akan tetapi ia mengakui untuk penerapan transaksi non tunai tahap awal masih didominasi oleh bank tertentu karena infrastruktur yang belum siap. Ia berharap pada masa mendatang, penerapan transaksi non tunai bisa mengakomodasi semua kartu sebagaimana pembayaran tiket masuk jalan tol.

    Tidak hanya itu saat ini Bank Indonesia juga sudah meluncurkan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS) pada 17 Agustus 2019.

    "Implementasi QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 Januari 2020, dan saat ini tengah diberlakukan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP)," kata dia.

    Wahyu menjelaskan selama ini sudah ada beberapa penyelenggara jasa sistem pembayaran yang menyediakan pembayaran menggunakan barcode seperti ovo, hingga go pay.

    "Akan tetapi masyarakat hanya bisa menggunakan satu aplikasi saja misalnya pengguna go pay hanya bisa menggunakan pada alat yang disediakan untuk go pay, dengan adanya QRIS lebih universal dan praktis karena semuanya bisa digunakan," kata dia.

    Ia menuturkan penggunaan QRIS juga efisien karena transaksi langsung dan tidak ada masa jeda dan apapun aplikasinya dapat digunakan.

    "Cara penggunaan juga mudah, cukup memindai barcode menggunakan telepon pintar kemudian memasukkan PIN dan nominal yang akan dibayarkan, ujar dia.

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!