Menhub: Utang ADB Untuk Proyek Tiga Pelabuhan dan Satu Bandara

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA), Carmelita Hartoto, beserta pengurus dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 4 Desember 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA), Carmelita Hartoto, beserta pengurus dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 4 Desember 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembangunan sarana transportasi di luar Jawa khususnya untuk daerah Sulawesi dan Kalimantan terus dijalankan. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta bantuan Asian Development Bank (ADB) guna menggelontorkan dana pembangunan di kedua wilayah tersebut.

    "Indonesia mengusulkan dan meminta bantuan ADB agar dapat dikembangkan suatu portal sehingga dapat diakses di semua negara anggota," kata Budi saat konferensi pers Pertemuan Tingkat Menteri Transportasi Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina (BIMP-EAGA) di Jakarta, Jumat, 6 Desember 2019.

    Sementara itu, Senior Transport Specialist Asian Development Bank, Susan Lim menjelaskan, pihaknya telah menyetujui proyek kerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk pembangunan sarana transportasi di wilayah Sulawesi Tengah. Ia menuturkan perjanjian ini telah efektif sejak  September 2019, dan diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar US$ 100 juta setara Rp 1,4 triliun.

    "Untuk projek yang sedang berjalan di Sulawesi Tengah, akan membangun tiga pelabuhan dan satu bandara, kita telah menyetujuinya dan efektif di tahun ini di September ini," ujarnya pada kesempatan yang sama.

    Budi mengungkapkan, pihak ADB telah menyetujui proyek pendanaan pinjaman perantara atau utang pembangunan fasilitas transportasi di dua provinsi tersebut. Ia menjelaskan, pihak ADB akan mendanai pembangunan sarana tranportasi di lokasi yang telah ditentukan.

    "Kami bangun Pelabuhan Pantoloan di Palu, pelabuhan di Donggala, dan pelabuhan di dekat Pantoloan untuk kapal-kapal tongkang. Dan satu lagi bandara di Palu, yaitu Bandara Mutiara," ungkap dia.

    Budi menyakini, bahwa pembangunan tersebut akan memberikan banyak manfaat. Selain memperbaiki sarana publik pasca terdampak tsunami seperti Palu dan Donggala, hal itu juga akan terus memperkuat potensi perekonomian di daerah teraebut karena sebagai penopang bagi ibu kota negara baru nantinya. Sehingga Budi mengatakan, pada awal tahun depan sudah bisa memulai pembangunannya.

    "Kami bangun karena tsunami kemarin. Dan potensinya di Palu jadi bisa support IKN baru. Jadi kami kerjasama dengan EDB, membuat desainnya tahun 2020 akan kita mulai," kata dia.

    Selain proyek di Sulawesi Tengah, Susan Lim mengungkapkan program lain yang akan didanai oleh ADB yakni terkait jalan raya di Kalimantan. Ia mengatakan, pada klausul kerja sama tersebut diperkirakan akan menghabiskan dana sampai US$ 300 juta atau Rp 4,2 triliun.

    "Dan projek lainnya adalah untuk jalan di Kalimatan dan akan disetujui pada 2021-2022 dan direncanakan pada projek ini akan menghabiskan dana US$ 300 juta," ungkap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...