Menhub Sebut Fuad Rizal Jadi Plt Dirut Garuda Indonesia

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Menteri Agama Lukman Saifuddin berada di pesawat Boeing 747-400 yang tak lagi dioperasikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. di Cengkareng, 9 Oktober 2017. Tempo/Vindry Florentin

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Menteri Agama Lukman Saifuddin berada di pesawat Boeing 747-400 yang tak lagi dioperasikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. di Cengkareng, 9 Oktober 2017. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pejabat sementara Direktur Utama PT Garuda Indonesia sebagai pengganti I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ask harapan telah ditetapkan.  Menurut Budi Karya, Direktur Keuangan dan Manajamen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal akan menjabat sebagai Plt Dirut.

    "Telah kami konfirmasi Plt Dirut adalah Direktur Keuangan," kata Budi Karya di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat, 6 Desember 2019.

    Penggantian Ari Askhara, menurut Budi tak akan bermasalah terhadap operasional Garuda Indonesia. Terkait keamanan penerbangan pun, kata Budi sudah akan berjalan seperti biasa, karena Garuda kini dipegang oleh Direktur Operasi dan Maintenance, "Tentu safety tidak ada masalah," ujarnya.

    Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir telah memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara terkait dugaan penyelundupan sepeda motor Harley Davidson melalui pesawat anyar Garuda, Airbus 330-900 Neo.

    "Saya, Menteri BUMN akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia, tapi karena perusahaan publik akan ada prosesnya lagi," ujar Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis, 5 Desember 2019.

    Erick mengatakan pemberhentian itu dilakukan lantaran proses penyelundupan diduga dilakukan secara menyeluruh oleh Garuda Indonesia.

    Selain memberhentikan Ari Askhara, Erick mengatakan bakal mengusut tuntas kasus tersebut. "Kami akan lihat apakah ada oknum lain yang tersangkut pada kasus ini, ini bukan hanya kasus perdata tapi juga pidana karena menimbulkan kerugian negara," ujar Erick. "Ketika kita mau mengangkat citra dan kinerja bumn tapi kalau oknum di dalamnya tidak siap, ini yang terjadi."

    EKO WAHYUDI l CAESAR AKBAR



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.