13 Penumpang di Pesawat Garuda Pengangkut Harley Bukan Karyawan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan dan Anggota DPRRI Komisi XI menunjukkan kepada awak media onderdil dan suku cadang motor Harley Davidson serta sepeda Brompton ilegal yang diselundupkan di pesawat baru milik Maskapai Garuda Indonesia berjenis Airbus A330-900 NEO di Jakarta, Kamis 5 Desember 2019. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan dan Anggota DPRRI Komisi XI menunjukkan kepada awak media onderdil dan suku cadang motor Harley Davidson serta sepeda Brompton ilegal yang diselundupkan di pesawat baru milik Maskapai Garuda Indonesia berjenis Airbus A330-900 NEO di Jakarta, Kamis 5 Desember 2019. Tempo/Tony Hartawan

    Tempo.Co, Jakarta - Lebih dari separuh penumpang perjalanan dinas maskapai penerbangan Garuda Indonesia GA 9721 berjenis A300-900 Neo yang mengudara dari Prancis menuju Jakarta pada 16-17 November lalu diduga bukan merupakan kru perseroan. Dari 21 nama dalam daftar manifes yang diterima Tempo, 13 di antaranya disinyalir tak terdaftar sebagai karyawan maskapai pelat merah. 

    Sumber Tempo di Garuda Indonesia menunjukkan penelusuran nama-nama dalam manifes tersebut melalui pencocokan daftar penumpang dengan daftar email resmi di milis karyawan Garuda. Hasilnya, ditaksir hanya delapan nama yang tercatat sebagai karyawan.

    Delapan nama itu adalah I Gusti Ngurah Askhara (Ari Askhara/bekas Direktur Utama Garuda Indonesia), Iwan Joeniarto, Mohammad Iqbal, dan Heri Akhyaresa. Lalu, Satyo Adi Swandhono, Nova Wijayanti, Judis Priastono Utama, dan Sugiono. 

    Sedangkan 13 penumpang lainnya diduga bukan merupakan kru maskapai. Mereka adalah I Gusti Ayu Radyana, Etty R, Ratih Agustanti, Retno Bayusari, Widyasih Tumono. Kemudian, Diah Seruni, Muhammad Fuad Rasyidi, Martha Emylia, Joe Surya, Alberto Blanco Loperz, Lokadita Sedimesa, dan Laurent Jean Yves. 

    Adapun tiga nama terakhir disinyalir merupakan mitra Garuda Indonesia. Joe Surya adalah Chairman Maxindo Nusantara Group. Sedangkan Alberto Lopez Blanco ialah mantan Sales Director Airbus Group Asia yang kini bekerja sebagai Vice Presindent Commercial Asia Pacific. Terakhir, Laurent Jean Yves adalah CEO Airbus.

    Sumber juga menyebut istri para direktur Garuda Indonesia ikut dalam penerbangan. “Iya, ada nama istri direksi,” katanya.

    Tempo telah mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan. Namun, Ikhsan belum merespons pertanyaan Tempo, baik melalui pesan pendek maupun panggilan suara.

    Pesawat GA 9721 berjenis A300-900 sebelumnya mengangkut motor gede Harley Davidson seri klasik keluaran 1972 ilegal. Benda ini terciduk Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 17 November lalu lantaran tak berizin alias bodong.

    Motor mewah ini dikemas dalam bentuk potongan dan dimasukkan ke 15 boks cokelat yang ditaruh di bagasi penumpang selama perjalanan. Selain 15 boks, Kepabeanan menemukan tiga boks berisi sepeda Brompton senilai puluhan juta.

    Karena angkutan kargo gelap, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara kemarin dicopot jabatannya oleh Menteri BUMN Erick Thohir. “Saya sebagai Menteri BUMN memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia,” ucap Erick Thohir di Kementerian Keuangan, kemarin.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!