Dituding Memberangus Pegawai, Ini Jawaban Sriwijaya Air

Pengacara sekaligus pemegang saham Sriwijaya Air Yusril Ihza Mahendra selepas rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta. Kamis, 7 November 2019. Tempo/Caesar Akbar

TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen maskapai penerbangan Sriwijaya Air merespons pelaporan karyawannya yang menuding direksi melakukan dugaan pemberangusan dengan mendemosi sejumlah pegawai. Tudingan itu sebelumnya disampaikan Asosiasi Serikat Pekerja Sriwijaya Air atau Aspersi dalam bentuk laporan resmi kepada Polresta Tangerang, Kamis, 5 Desember 2019.

Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena mengatakan, entitasnya sama sekali tak pernah melakukan tindakan ekstrem untuk melarang karyawan bersuara atau menyatakan pendapatnya.
"Yang ada kami melakukan restrukturisasi atau perampingan," ujar Jefferson dalam pesan pendek kepada Tempo yang disampaikan melalui Komisaris Sriwijaya Air, Yusril Izha Mahendra.

Menurut Jefferson, hal ini merupakan langkah untuk menyehatkan perusahaan.  Sriwijaya saat ini sedang terseok lantaran menanggung utang sekitar Rp 850 miliar kepada Garuda Indonesia Group. Utang Sriwijaya juga tercatat di Pertamina, Angkasa Pura, dan BNI dengan total seluruh tanggungan mencapai Rp 1,9 triliun.

Sriwijaya memutuskan mengurangi operasi unit pesawatnya pasca-pecah kongsi dengan Garuda Indonesia pada Oktober lalu. Kisruh kerja sama kedua entitas ini terjadi karena adanya tarik-menarik keuntungan dan kursi jabatan. Sriwijaya mengklaim semakin merugi setelah menjalin kesepakatan dengan maskapai pelat merah tersebut.

Kasus ini berbuntut pada karyawan. Wakil Ketua Umum Aspersi Yusri Supii menyatakan direksi sudah merotasi dan memutasi sejumlah karyawan tanpa pemberitahuan dan pemanggilan sebelumnya. “Enggak tanggung-tanggung. Sekali dirotasi dan dimutasi, ada empat orang anggota Aspersi yang di-downgrade,” tuturnya dalam pesan tertulis, Kamis.

Yusri mengakui menjadi salah satu korban yang terdampak kebijakan satu arah. Ia didemosi dari posisi Chief Operations Support & Engineering menjadi staf operator penerbangan. Adapun tiga karyawan lainnya adalah Juita, yang sebelumnya Assistant Chief Flight Attendant, dirotasi menjadi awak kabin.

Lainnya adalah Chandra, yang sebelumnya menjabat Deputy Chief Flight Attendant, kini dirotasi menjadi awak kabin biasa. Kemudian, Erika, Deputy Chief Performance, saat ini dirotasi menjadi awak kabin biasa.

Ketua Aspersi Pritanto Ade mengatakan pelaporan itu diikuti dengan sejumlah bukti yang menguatkan. "Bukti-bukti yang kita laporkan sudah masuk. Kami serahkan ke pengak hukum,” ucapnya. 

Sebelumnya, Pritanto mengatakan Sriwijaya Air telah mendemosi sejumlah karyawan selepas pecah kongsi dengan PT Garuda Indonesia Persero Tbk. Dua pejabat tercatat mengalami penurunan jabatan pada September. Keduanya adalah Retri Maya, yang sebelumnya Vice President Corporate Secretary menjadi staff officer service. Selain itu, Agus Setiawan, yang sebelumnya merupakan Vice President Human Capital Management, kini melorot menjadi staff officer legal






Tak Profesional di Kasus Pembunuhan Brigadir J, Briptu SMH Disanksi Demosi 1 Tahun

6 hari lalu

Tak Profesional di Kasus Pembunuhan Brigadir J, Briptu SMH Disanksi Demosi 1 Tahun

Briptu SMH diputus bersalah karena tidak profesional karena ikut campur dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Sanksi demosi selama satu tahun.


Maskapai Asing Mulai Buka Penerbangan Langsung ke Destinasi Wisata Selain Bali

6 hari lalu

Maskapai Asing Mulai Buka Penerbangan Langsung ke Destinasi Wisata Selain Bali

Bertambahnya penerbangan langsung dari luar negeri ke Indonesia akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke nusantara.


Ketahui Hal yang Harus Dilakukan Penumpang Jika Penerbangan Dibatalkan

11 hari lalu

Ketahui Hal yang Harus Dilakukan Penumpang Jika Penerbangan Dibatalkan

Perubahan jadwal penerbangan yang tidak terduga dan bisa menjadi merepotkan itu seharusnya tidak sepenuhnya membuat putus asa untuk bepergian.


Tambah Frekuensi Penerbangan, Kini Jadwal Batik Air Jakarta-Singapura Jadi 35 Kali Per Minggu

12 hari lalu

Tambah Frekuensi Penerbangan, Kini Jadwal Batik Air Jakarta-Singapura Jadi 35 Kali Per Minggu

Maskapai Batik Air menambah frekuensi terbang rute penerbangan internasional berjadwal tanpa henti (non-stop) rute Jakarta-Singapura-Jakarta.


Batik Air Kembali Buka Rute Denpasar-Australia, Tiket Mulai Rp 1,6 Juta

12 hari lalu

Batik Air Kembali Buka Rute Denpasar-Australia, Tiket Mulai Rp 1,6 Juta

Maskapai Batik Air membuka kembali (re-operaate) layanan penerbangan penumpang berjadwal dari Denpasar, Bali ke Perth Australia


Brigadir Frillyan Fitri Dijatuhi Sanksi Demosi dalam Sidang KKEP

12 hari lalu

Brigadir Frillyan Fitri Dijatuhi Sanksi Demosi dalam Sidang KKEP

Brigadir Frillyan Fitri Rosadi dinilai bersalah karena megintimidasi dua jurnalis saat meliput peristiwa pembunuhan Brigadir J


Mulai 23 September, Batik Air Buka Penerbangan Rute Surabaya-Singapura

15 hari lalu

Mulai 23 September, Batik Air Buka Penerbangan Rute Surabaya-Singapura

Batik Air, menghadirkan rute penerbangan Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB).


Naik 275 Persen, Penumpang Bandara Ngurah Rai hingga Agustus 6,9 Juta Penumpang

16 hari lalu

Naik 275 Persen, Penumpang Bandara Ngurah Rai hingga Agustus 6,9 Juta Penumpang

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, melayani sebanyak 6,918 juta penumpang baik domestik maupun internasional sepanjang Januari-Agustus.


Perbedaan dan Contoh Rotasi, Demosi, dan Promosi Polri

17 hari lalu

Perbedaan dan Contoh Rotasi, Demosi, dan Promosi Polri

Polri memiliki beberapa jenis mekanisme perubahan untuk para anggotanya, yaitu promosi, demosi, dan rotasi


Apa Itu Demosi? Sanksi AKP Dyah Candrawati terkait Kasus Kematian Brigadir J

17 hari lalu

Apa Itu Demosi? Sanksi AKP Dyah Candrawati terkait Kasus Kematian Brigadir J

Sanksi demosi AKP Dyah Candrawati terkait pelanggaran surat kepemilikan pistol Glock 17 Bharada E